Luar biasa, Sedikitnya 300 guru honor di Tobasa belum terima gaji selama 8 bulan
Agustus 20, 2008
oleh. Ivan Napitupulu Blogger Batak
Balige, Media Online Bersama Toba dot Com - Sedikitnya 300 orang guru honor di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir belum menerimah gaji. Mereka belum menerimah gaji pada bulan Januari sampai bulan Agustus, sekedar informasi honor daerah atau Honda bersumber dari APBD Tahun 2008.

Mereka para pahlawan tanpa jasa sepertinya belum merdeka tidak berani, takut menuntut hak mereka, kenapa.?
Disebut-sebut Oknum tertentu di Dinas Pendidikan “mengancam” para guru-guru honor itu.
Desas-desus pengancaman itu beredar “jika kalian ribut atau ngoceh diluar, kalian akan kami ganti dengan istilah satu guru dipecat, 1000 penggantinya”
Luar biasa, jika hal kabar pengancaman itu benar, “ini adalah penjajahan hak azasi manusia, honor guru tidak dapat dibayarkan oleh pihak Pem.Kab.Tobasa,”sebutnya Kristian Manurung.
Menurutnya itu sudah merupakan “pemerkosaan” hak azasi manusia, Manurung yang juga sebagai PNS di Pemkab Tobasa meng-ibaratkan seorang kenek buruh bangunan bekerja pagi hari, sore sudah menerimah upah. “itu adalah contoh kenek buruh bangunan,”imbuhnya
Bagaimana dengan sedikitnya 300 guru honor, mengajar setiap hari terkecuali hari minggu selama delapan bulan mereka tidak menerimah gaji, itu kan sudah pelanggaran Hak Azasi Manusia.
Nah.., Pendidikan di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir adalah Salah satu pilar menujuh Tobamas 2010. Jadi sangat heran jika sampai bulan Agusutus ini guru honor belum menerimah gaji.
Media Online Bersama Toba dot Com Rabu (20/8) menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Drs Hulman Sitorus tidak berada ditempat, salah seorang staf di dinas tersebut mengatakan pak kadis keluar kota, pergi tugas ke Mataram.
Kemudian, bendahara Dinas Pendidikan menyikapi bahwa terlambatnya honor para guru tersebut lantaran kode rekening ada yang salah, sehingga terlambat pembayarannya, “namun sekarang sudah diperbaiki dan pembayaran gaji bulan Januari sampai bulan Agustus untuk guru honor akan dicairkan pada bulan September,”sebutnya .(*.*)







pemerintah daerah atau kepala dinas pendidikan tidak memperhatikan tenaga pengajar dilingkungannya termasuk guru honor menurut aku dia tidak pantas utk memduduki posisi itu kenapa kalau ingin mencapai suatu masyarakat yang maju maka benahilah pendidikannya, bagaimana utk memebenahi pendidkan berarti tdk terlepas dari kerja sama semua pihak yang terkait jadi jadikanlah pengajar sebagai ikon penting dan hargailah lah mereka dengan memberikan haknya hai para pemimpin kota tobasa yang baek dan bijaksana????????
Merdeka Untuk Para Guru Se Indonesia Khususnya GURU di TOBASA yang TIDAK DIPERHATIKAN HAKNYA
untuk semua insansi pemrintah daerah tobasa
orang berkerja itu butuh makan dan mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan
hidup mereka.Saya sebagai orang toba yang ada diperantauan kesal mendengar
di tobasa ada guru honor yang belum digaji selama 8 bulan. sebagai pahlawan
yang sudah sering disia-siakan pemerintah pusat . harusnya tidak terjadi di daerah
Kalau bisa tolong dibayar agar mereka bisa mengajar dengan baik
Usut tuntas kenapa sampai bisa begitu, apa memang dananya sudah terpakai? oleh siapa? mari kita tanya rumput yang bergoyang atau lebih pasnya tanya BUPATI TOBASA….”ST. DRS. MONANG SITORUS, SH,MBA”. Tapi gimana ya? dianya juga tukang korupsi….atau memang dianya yang make gaji guru-guru honor yang malang itu?
Ini sangat mengerikan. Minggu lalu, saya bercerita dengan salah satu korban. Lalu, saya laporin Mindo Siagian melalui saudaranya. Saya ngak tau tindak lanjutnya.
Beginilah akibat jika rakyat memilih gara-gara menerima bantuan dan daging kerbo dan daging lainya.
Jadi, rakyat juga salah. Masa memilih karena menerima bantuan?. Rakyat tergiur dengan rayuan gombal. Ke depan, perilaku rakyat harus berubah. jangan pilih yang menggunakan cara-cara setan berpolitik.
Rakyat harus idealis. Rakyat idealis pilih yang idealis. Dengan demikian, rakyat makmur.