Kepala Bagian Ortala Sekdakab Taput “dibal-bal”, dituduh “garap” untuk Pilkada
Oktober 25, 2008
Kabupaten Tapanuli Utara – Tarutung – Rura Silindung – Media Online Bersama Toba dot Com - Kepala Bagian Organisasi dan Tata laksana atau Ortala Setdakab Tapanuli Utara Drs Ipen Hutagalung dianiaya ala preman oleh BLT yang disebut-sebut tim sukses salah satu calon Bupati Taput, Kemarin Jumat (24/10) sekira pukul 02.00 WIB di Dusun Banjar Nahor, Desa Hutatoruan I Kecamatan Tarutung.
[Demikian Gondut Lumban Tobing CREW Media Online Bersama Toba dot Com dari luat Rura Silindung Tarutung - Taput melaporkan]
Oknum BLT memukul Drs Ipen Hutagalung. Drs Ipen Hutagalung dituduh “menggarap” untuk Pilkada. Akibat kejadian itu Drs Ipen Hutagalung mengalami luka koyak di bagian kening dan terpaksa dijahit 8 jahitan dan luka-luka di bagian tangan kiri.
Pagi harinya usai mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Swadana Tarutung, Ipen Hutagalung langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Taput yang diterima oleh Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Aiptu RDF Nainggolan.
Sekdakab Taput Drs Sanggam Hutagalung saat dikonfirmasi terkait kebenaran adanya kejadian tersebut mengakui telah mendengar dan diketahui kejadian tersebut telah dilaporkan korban ke Polres Taput.
Sementara itu Kapolres Taput melalui Kasat Reskrim AKP Amri SH kepada wartawan mengatakan bahwa sesuai keterangan korban dan pemeriksaan saksi sementara diketahui korban sekira pukul 02.00 WIB tiba di Dusun Banjar Nahor, Desa Hutatoruan I Sait Nihuta, Kecamatan Tarutung bersama saksi Selamat Hutagalung (44) dan Nurli Harianja (39) di depan rumah saksi sepulang mengikuti acara adat keluarga di Kecamatan Pangaribuan.
Saat tiba di depan rumah saksi, BLT langsung menghampiri korban didekat mobil dinasnya dengan nomor polisi BB 384 B. Kemudian BLT dengan nada emosi bertanya “ Ngapain malam-malam begini masuk kekampung ini dengan plat merah..? ini kan situasi Pilkada,” tukas BLT.
Kemudian korban menjawab “ Kami baru pulang dari Pangaribuan urusan keluarga. Karena jalan longsor jadinya kami terlambat pulang,” jawabnya.
Kemudian BLT merampas sebuah kaset dari tangan saksi Selamat Hutagalung dan langsung menghajar korban dengan cara memukulkan sebuah benda (belum diketahui benda apa) ke bagian kepala korban hingga berlumuran darah. Sedangkan tangan korban juga ikut mengalami luka-luka serius akibat menahan pukulan benda dari BLT.
Korban tidak memberikan perlawanan tapi menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah saksi Slamat Hutagalung dibantu istrinya Nurli Harianja untuk mengamankan diri.
Setelah korban mengamankan diri, BLT malah melarikan mobil dinas korban ke arah Kota Tarutung.
Korban selanjutnya dibawa saksi Selamat Hutagalung ke RSU Swadana Tarutung dengan mengendarai sepeda motor untuk mendapatkan perawatan medis. “ Kasus ini sedang diproses, sejauh ini keterangan korban dan beberapa saksi sudah kita mintai, korban juga sedang menjalani rawat inap dan akan segera diambil visum et repertum,” ujar AKP Amr










yth,kepada pak sekdakab taput.Tolong bapak perhatikan para dosen2 akper taput,yang mana pada malam hari mereka mau berkumpul di kantor dgn keadaan pintu tertutup,kita tkd tahu apakah mrk….main judi….dan tlong bapak nasehati…..para dosen maupun staff mereka mau…..mengandalkan kekuatan mrk sebagai dsn,……Trim
Yth: Bapak Bupati taput dan sekda,tolong di pantau dong para dosen akper taput,kok ujian praktek di ulang dengan harga Rp.175.000.
Yth:Pak Sekda taput dan Pak Bupati taput
Pak , kapan sih…pangangkatan PNS para dosen2 maupun staff akper yang honor.?Tolong di rencanakan ya pak, pak kapan di penuhi angkutan bus akper,karena kalau pergi praktek ke luar kota kami sedih pak kok naik bus lain.,,,kan gak bangga pak,kalau ada kan enak di lihat para masyarakat..jadi tergiur deh pak.TOLONG YA PAK SEKDA AND PAK BUPATI
THANKS.GBU