Pembuatan Kapal Ferry di Balige Kab.Toba Samosir,tanpa Papan Proyek
April 9, 2008
Sebuah Kapal Ferry dipinggiran Danau Toba, Lumban Silintong Balige Kabupaten Toba Samosir dipertanyakan, “ferry itu adalah milik siapa, soalnya pembuatan kapal ferry yang hampir rampung penuh dengan teka-teki, apakah itu milik pemerintah atau swasta.?,”ujar sejumlah masyarakat di Balige pengamatan Bersama Toba dilapangan Kapal Ferry itu sedang dikerjakan tanpa memperoleh papan proyek yang sumber dananya dipertanyakan, dicoba menghubungi para pekerjanya semuanya mengatakan tidak tahu….!
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada sejumlah pegawai Dinas Perhubungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, “kami tidak mengetahuinya,”sebutnya kepada Bersama Toba seraya mengatakan coba kalian tanya ke Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara.
Dikabarkan Kapal Ferry itu adalah kegiatan Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara miliknya Pemerintahan Kabupaten Samosir yang dikerjakan di pinggiran Danau Toba, Lumban Silintong Balige.







Tidak ada satupun didunia ini seindah tao toba, kalaupun ada danau yang terkenal di alkitab adalah danau tiberias di israel, mohon kepada pemerintah pusat, pemprov dan dibantu oleh pihak swasta yang berasal dari anak batak untuk bersama-sama bersinergi memajukan samosir dan tao tobanya, jangan kita sia-siakan anugrah Tuhan yang dahsyat ini, mari kita berdayakan demi kemakmuran masyarakat samosir dan sekitarnya, tinggalkan pemikiran sektoral, bangun samosir dan tao toba sekitarnya, poles dia agar nampak lebih cantik lagi, semua untuk Indonesia tercinta, kepada pemerintah Samosir dan pemerintah kabupaten sekitar tao toba mari bersinergi memajukan tao toba. Saya usulkan untuk membuat satu yayasan guna mengumpulkan dana, pemikiran dan partisipasi semua orang yang menginginkan kemajuan samosir dan tao toba, BERSAMA KITA BISA. TUHAN YESUS MEMBERKATI.
Kita tak perlu dalam mempersoalkan papan nama proyek, yg kita harus tahu kapasitas ferry tsb dan bila beroperasi apakah sudah memenuhi stardard pelayaran. (kapal Ferry adalah alat transportasi penyeberangan sungai dan danau termasuk muatan nya adalah barang, motor, mobil dan truk) kalau saya amati dari gambar pembuatan ferry tsb, bila mobil masuk kedalam ferry untuk menyeberang ajibata ke tomok atau sebaliknya, dimana kah ruang penumpang (Cabin). bagi saya ferry tsb tidak layak beroperasi, jangan hanya mengutamakan keuntungan tetapi mengabaikan kenyamanan dan keselamatan. Mohon Dinas perhubungan mencek kelayakan ferry tsb.
Terima kasih.
banyak ide dari kita semua, khususnya halak batak yang pintar2 yang memprioritaskan kepada sentuhan fisik atau infrastruktur material,tetapi saya kira yang paling urgent untuk kita perhatikan adalah masalah mentalitas kita, kita mengerti bahwa, sesorang akan bertindak tidak lebih dari apa yang dipikirkannya, jadi bisa saja seluruh kawasan tao toba kita perindah, tetapi mentalitas kita tidak mendukungnya, bagaimana??????????????????