Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Harapan Marsius Sitohang, Dewa Seruling Tradisional Batak di Masa Tuanya

Agustus 20, 2009

marsius sihotang
Berharap si Bungsu Beasiswa di USU

Media Online Bersama Toba dot Com – Status Pegawai Tidak Tetap di Departemen Etnomusikologi Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara (USU) tak menyurutkan semangat Marsius Sitohang untuk melestarikan kesenian tradisional. Meski honor yang diterimanya hanya sebesar Rp.640 ribu per bulan. Seperti apa?

Tak ada ekspresi menyesal terpancar di wajah Marsius Sitohang yang akrab disapa Tulang ini ketika ditemui wartawan di salah satu jejeran warung di depan Kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Senin (21/72009).

Ketulusan yang tak pernah berubah saat menerima tanggung jawab yang diberikan oleh Ketua Jurusan (sebelum Departemen, Red) Etnomusikologi Fakultas Sastra USU, saat dijabat Rizaldi Siagian 1984 silam.

“Waktu itu memang dibilang sama si Rizaldi kalau tidak ada honornya, ada pun hanya Rp3.000 per bulan. Hitung-hitung lepas uang sewa becak untuk dua bulan dan saya masih bisa tetap menarik becak,” kenangnya.

Dengan honor itu, suami dari D Boru Naibaho ini membantu mahasiswa di USU lebih mengenal alat musik dan budaya Batak. Marsius turut membantu mempertahankan budaya Batak dan memperkenalkannya ke tingkat dunia. Bersama mahasiswa, Marsius berkeliling ke negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Perancis, Inggris, Amerika, Australia maupun di benua Asia. Mereka dengan bangga memperkenalkan kebudayaan Batak Toba

Sebagai bagian dari keluarga besar USU, kesan seniman Batak yang besar dilekatkan masyarakat kepadanya.

Meski demikian, pujian tak membuatnya lupa diri dan status sosial, serta tempat tinggalnya di Martoba II. “Yang penting saya bisa terus bermain musik, memperkenalkan keindahan musik tradisional Batak ke masyarakat khususnya generasi muda,” tandasnya.

Memang saat ini Marsius tidak lagi mengayuh becak atau menjadi kernet angkutan. Sebuah kepercayaan diberikan kepadanya untuk menangani kelompok pemusik tradisional Sopo Nauli, untuk menambahi total honor yang berkisar Rp1.250.000 per bulan.

Minimnya kepedulian pemerintah dan institusi terkait terhadap kesejahteraan para Marsius maupun seniman yang sudah mengharumkan nama bangsa mengundang reaksi keprihatinan sesama seniman.

Tidak terkecuali Drs Irwansyah Harahap MA, yang sering dijuluki tokoh ‘world music’, ketika ditemui wartawan di Departemen Etnomusikologi USU, Rabu (23/7). “Bagaimana kita, bangsa ini menyerukan untuk menghargai kebudayaan kalau apresiasi kepada pelakunya kurang?” ketusnya.

Seharusnya dengan kontribusi yang telah diberikan, Marsius harus dilihat sebagai sebuah aset yang menasional. “Artinya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian kepada si Tulang (Marsius),” tambah pendiri grup Suarasama ini.

Irwansyah lantas memaparkan bagaimana perhatian negara tetangga, Malaysia terhadap rakyatnya yang berkontribusi terhadap sastra, seni, dan budaya. Sebuah penghargaan yang tak diberikan pemerintah dimana rakyatnya kerap menghujat Malaysia sebagai penganiaya dan maling kebudayaan.

“Kita justru perlu belajar dari Malaysia. Di sana, seniman yang berkontribusi seperti Tulang Marsius diberi gelar seniman negara. Dengan gelar tersebut artinya kebutuhan seumur hidup sang seniman ditanggung oleh negara. Sementara apa yang telah diberikan pemerintah kepada Marsius?” tanya Irwansyah.

Di matanya, Marsius sudah seperti seorang orangtua (Bapak, Red) meskipun sesekali seperti seorang teman.

Perkenalan yang terjadi pada 1984 bahkan dapat merubah pandangannya terhadap musik. “Saya dulu berasal dari pop dan jazz, dan Tulang Marsius lah yang pertama mengenalkan musik tradisional Batak Toba yaitu taganing. Tulang juga menjadi pendamping saya melakukan penelitian di daerah Batak Toba begitu juga dengan berkeliling Eropa,” kenang Irawansyah.

Bersama dirinya, Marsius Sitohang dinobatkan sebagai Duta Budaya Batak pada KIAS yang digelar dalam rangka Indonesian Visit Year oleh Kementerian Luar Negeri RI yang saat itu dijabat Mochtar Kusuma Atmaja.

Meskipun hingga saat ini kehidupan Marsius tidak bisa dibilang baik.
Bagaimana dengan harapan Marsisus di masa tuanya? Sebagai seorang ayah, Marsius punya keinginan dan harapan agar anaknya diberi kesempatan belajar musik tradisional Batak Toba di Etnomusikologi USU. “Hanya satu itu lah si Anto, anak kita yang paling kecil. Kalau lah bisa, dia diterima di USU dengan beasiswa karena saya sudah tidak punya kekuatan lagi. Pastinya dia tidak seperti saya yang tidak bisa baca notasi sehingga kesulitan untuk mentransfer pengetahuan ini,” harap Marsius.sumber:sumutpos

Pencarian pada artikel ini:

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Ulos Batak, mendapat perlindungan secara Hukum.
>> Hak Cipta, selama pencipta hidup >> Hak Budaya, selama Budaya itu ada.Ulos Batak adalah sebagai identitas, ada orang mengatakan ulos Batak adalah sebagai Budaya, Adat,

Dairi seharusnya masuk Propinsi Tapanuli
Dairi sudah selayaknya masuk propinsi Tapanuli, hal ini karena di dairi sungguh kentalnya kultur Batak. Apalagi Kabupaten Pakpak Barat sudah terbentuk jadinya Kabupaten Dairi yang

Sisingamangaraja Inkarnasi dari Batara Guru
>> oleh Ivan Napitupulu Blogger Batak parBalige, Tobasa, Media Online Bersama Toba dot Com - Menurut cerita proses ajaib kelahiran Sisingamangaraja I bermula saat jatuhnya 'jambu

Kupon KAGET Nestle, kagetkan konsumen..!
>>Kupon tidak memiliki nomor undian >>Harapan konsumen, agar Nestle lebih jelas.( “salah satu contoh kupon KAGET Nestle yang tidak mempunyai nomor undian” )Kupon KAGET, mengagetkan masyarakat,

Ulos Batak adalah lambang kasih sayang.
Media Online Bersama Toba dot Com - Siapa yang tak kenal ulos? Kain tenunan indah dari kebudayaan Batak. Secara harafiah, ulos berarti kain selimut. Menurut

Komentar

2 Responses to “Harapan Marsius Sitohang, Dewa Seruling Tradisional Batak di Masa Tuanya”

  1. samuelpardede on Agustus 21st, 2009 10:42

    Cerita master uning-uningan Batak! minta dukungan!

    http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/story/2008/07/printable/tokohmarsius.shtml

    http://www.kickandy.com/heroes/?ar_id=MTQ3Ng==

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=70422183915

    http://tonggo.wordpress.com/2007/12/04/marsius-sitohang-20-tahun-mengabdi-tetap-honor/

    http://www.hariansumutpos.com/2009/07/harapan-marsius-sitohang-dewa-seruling-tradisional-batak-di-masa-tuanya.html

    http://ardh14n.multiply.com/journal/item/14

    Kalo mau langsung..boleh boleh saja ..:

    MARSIUS SITOHANG

    Bank BRI Cabang 5314 unit Bangun sari Medan Putri Hijau-SWITF CODE: BRINIDJA

    No rek. 5314-01-002948-53-3

    Bila mau call2 beliau boleh juga di no : +628126563272

    Alamat : JL Martoba II (tanya saja warung ikan -depan POLDA Ampelas MEDAN)

    Polda Ampelas pasti kita lewati bila kita dari Medan ke arah Parapat-Tarutung

    Rek ini baru di buka hari ini 12 August 2009-(di bantu oleh borunya). _karena selama ini beliau tidak ada no Rek.

    my Comment ”

    Aku baru bertemu beliau hari Jumat & Sabtu lalu 7&8 August 2009. (ngeri kali pun..)pada tgl 8 tersebut kebetulan Amang Marsius ini lagi parmusic di acara pesta kawinan batak. Mereka masing masing bawa cash 80rb/orang (dari pagi jam 7 ke jam 7 malam)! Yah yg marulaon juga pasti pas-pasan juga- tidak ada yg salah disini.

    “Marsius seperti kitab lama yg masih hidup , dengan nafas & tangannya memainkan irama toba yg khas..!

    mungkin terkesan usang tetapi ..” mari masiurupan”. Manusia Batak yg Berbudaya..Semoga semasa hidupnya kita menghargai & beri dukungan.!!

    Mungkin ” cash transfered’ terkesan “negative” seandai-andainya ada hal2 yg lebih baik dari itu seperti :

    - Sendainya ada “event2″ tertentu di hotel, acara pariwisata, café dimana beliau dengan team ya bisa mendapatakan upahnya dengan ber-main musik dengan harga layak…(contoh :ada acara batak harmony di jakarta 12 Feb 2009 dengan harga vip 850rb,dan kelas yg lain 500rb,200rb,150rb perorang..! Hebat!(bukan ngiri tetapi beda nasib aja sama amang ini)

    - Seandainya ada rekaman lagi (walau sebenarnya ) sudah banyak kasetnya beredar tetapi tidak ada lagi loyalty fee. , karena ada juga beberapa album kaset dia yg beredar tetapi “kaset” itu sendiri pun masih harus dia beli sendiri !

    - Dan Hasil Rekaman ini bisa dijual langsung pada saat show- mugkin lebih effective…
    -Aku melihat beberapa contoh para “pemusik etnic seperti ” pan-flute” indian yg live show si luarnegeri, atau di malmal dll, selesai bermain mereka menjual langsung CD/VCD hasil rekaman nya.( noted utk kalangan sendiri!)

    -Seandainya ada acara lagi keluar negeri , dengan upah yg lebih layak lagi…-dengan appreciate orang lebih menarik…
    -Seperti angan2 beliau ingin punya sanggar sendiri , dengan berupa café kecil yg bisa minum kopi sambil markombur2, seperti kelas starbuck cafe sambil diiringi music live mereka..,atau seperti café dengan kerjasama dengan para travel yg bisa jadi tempat persingahan para turis, dengan melihat2 koleksi budaya , sambil nyantai..

    - Semoga ada orang2 batak yg telah sukses! Bisa punya pikiran/perbuatan utk amang ini.
    -Seandainya anak/boru beliau dapat sekolah yg baik, dengan dapat kerja yg baik..karena Marius adalah kelahiran 1953! Generasi berikutnya adalah generasi penerus…dan uning2an &gondang tidak punah..

    -Semoga indahnya irama music batak ini beliau dapat menyentuh hati batak, agar tidak punah…
    -Seandainya ada se-kelas menteri atau pejabat daerah atau presiden dunia! yg perhatian dengan beliau ini , karena telah menjadi “icon” perjuangan music batak hingga eksis sampai sekarang, dan masih ada pejuang2 lain (Turman Sinaga, Posther Sitohang,Kansas Sinaga (almarhum),Korem Sihombing,Robinson Sitanggang,Binsar Nadeak,Hadi Rumapea,Wesley S, Martogi Sitohang,.dll-Aku percaya mereka pasti tahu nama Marsius dengang nasibnya..

    -jadi teringat nama lama seperti-Tilhang Gultom,Iwan Simatupang, Sitor Situomrang,Nahum Situmorang,AWK Samosir,Gordon Tobing,Bill Saragih,beberapa telah tiada….!! tetapi segelintir orang masih bisa tahu dengan karya mereka..

    - Aku orang kecil yg hanya bisa bantu dukungan kecil dari uang saku ke amang ini..HORAS! HORAS! HORAS!

    God Bless U.!

    Email ini akan difoward to batak diliat portibi!!

  2. ebet siagian on Februari 25th, 2011 14:05

    apa kah Bapak Marsius Sitohang bersedia atau mau Membuka private/les utk belajar seruling Batak ini?

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak