Gubsu H.Syamsul Arifin Silaban SE, sangat memperhatikan Pembangunan Tapanuli.
Juli 10, 2008
Balige, Toba Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com – Horas ma di hamu Oppung, Inang, Amang, Tulang, Nantulang Amang boru dohot di akka Namboru, Horas ma di hamu sude. Demikian kata sambutan Gubernur Sumatra Utara periode 2008-2013 H.Syamsul Arifin Silaban, SE Kamis (10/7) dalam rangka pengukuhan siswa/i SMU Plus Yayasan Soposurung Balige Kabupaten Toba Samosir.
H.Syamsul Arifin SE adalah putra langkat bersuku Melayu menuturkan bahwa ianya sudah cukup lama memiliki hubungan emosional dan merasa dekat dengan masyarakat suku Batak.
Ayahnya bernama H.Hasan Perak menyelesaikan pendidikan dilingkungan sekolah Methodist sampai kelas 12, sehingga berpola kerja yang patriotistik seperti orang Batak.
Syamsul Arifin mengatakan dalam adat Melayu ianya bergelar Datuk Srilelawangsa Hidayatullah, namun “saya datang hari ini adalah sebagai Gubernur Sumatera Utara untuk menghadiri acara pengukuhan siswa/i SMU Plus Soposurung Balige,”ujarnya dalam pidatonya tanpa pembacaan teks.
Syamsul dengan dialek Batak mengatakan sangat bangga dan salut buat Bapak TB Silalahi dengan menciptakan anak-anak bangsa. Namun ianya heran setelah mendengarkan sejumlah 80 nama siswa/i yang baru dikukuhkan itu tidak satu pun orang Melayu atau pun suku Jawa seperti,”Sujono, Syamsul atau pun Tengku,”sebutnya dengan berseloro atau candanya.
Dikatakan untuk Tahun 2009 yang akan datang, Gubsu mengharapkan agar SMU Plus Soposurung Balige menampung siswa/i dua kali yang dikukuhkan hari ini, lantas Syamsul Arifin mengaku sangat memperhatikan pembangunan daerah Tapanuli kususnya Pendidikan.
Syamsul Arifin Silaban SE, yang dikenal “sahabat semua suku” dalam akhir pidatonya memberikan beberapa pesan yang harus ditanamkan oleh siswa/i SMU Plus Soposurung Balige yakni, jagan judas atau penghianat, Tanamkan nama Jesus dalam hatimu karena itu adalah iman mu, dan jadilah sebagai Daniel karena sekalipun didalam kandang Singa ia mampu mennundukkan binatang itu.
Dalam acara pengukuhan itu hadir TB.Silalahi, Gustav Panjaitan, beberapa kepala Dinas Pemprosu, Bupati Nias, Bupati Dairi, Bupati Taput, Bupati Humbahas, Bupati Toba Samosir, Toko Agama, Toko Adat, dan Orang tua Siswa/i.








saya sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang terkait didalam upaya pembangunan pendidikan di bonapasogit tercinta….
semoga bonapasogit kita mampu menunjukkan identitas bonapasogit kita didbidang pendidikan….
pendidikan nomor satu…..
masalah jagung…..kapan-kapanlah itu.
Horas..
Asal ma toho ate..
Mauliate
Sebagai marga Silaban, saya senang kalau Gubsu, katanya bermarga Silaban. Kebetulan nama saya juga ada yang sama dengan beliau. Kalau saya asli, lahir di desa Silaban.
Saya tidak tau kesehariannya, apakah Pak Syamsul Arifin memang peduli soal marga itu. Misalnya, apakah selama ini ia pernah/sering ikut punguan Silaban di tempat tinggalnya. Kalau pernah/sering, ya syukur. Kalau tidak, ya pemakaian marga itu nanti bisa cuma simbol saja.
BTW, selamat, kalau GUBSU perhatian dengan pendidikan di Tapanuli.
Horas.
berapa yha uang sekolah di sini
dan kapan dibuka pendaftarannya