Golongan si Raja Batak Parbaringin Malim Martonggo, untuk melindungi Tanah Batak dan Masyarakat Batak.
Juni 19, 2008
Golongan Siraja Batak Parbaringin Malim Marsada dengan ketuanya Raja Sampuara Marpaung beserta seluruh anggotanya yang datang dari seluruh Nusantara melakukan doa (tonggo) dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa (Debata Mula Jadi Na Bolon), untuk melindungi Tanah Batak dan Masyarakat Batak agar terhindar dari segala bencana alam dan dijauhkan dari kebodohan dan pertikaian serta diberi kedamaian dan keselamatan dalam menjalani hidup di dunia ini.
Hal ini dilasanakan dalam memperingati, gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII ke-101 Tahun, (17/6) di lokasi Makam Raja Sisingamangaraja XII di Pagar Batu, Soposurung, Balige Kab. Toba Samosir.
Raja Sisingamangaraja XII gugur pada 17 Juni 1907 dalam konflik senjata melawan Kolonial Belanda di Sionom Hudon, Dairi. Dalam pertempuran yang sangat sengit itu, turut gugur kedua orang putranya masing-masing Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi serta putrinya Si Boru Lopian. Setelah dimakamkan di kawasan Tangsi Tarutung, pada 17 Juni 1953 tulang-belulangnya dibawa ke Balige untuk dimasukkan ke monumen yang telah dibangun Pemerintah Republik Indonesia, keluarga dan masyarakat.







Syalommmmm…
Bangga sekali orang batak juga bisa mengikuti perkembangan zaman saat ini…..Maju terus kita orang batak terlebih yang diperantauan….GBU all…H O R A S….
hORASDI HITA SUDE POMPARAN NI RAJA SONAK MALELA LUMOBI NA ADONG DI PANGARANTOAN…AU NIAN BERE NI SONAK MALELA DO NIAN…JADI HORAS MA DI SUDE TULANG NIBA ATE…MAJU MA HITA HALAK BATAK.MASI TOGU - TOGUAN MA HITA DOHOT MASI URUPAN DI LUAT PORTIBION SESAMA HITA HALAK BATAK….H O R A S….