Empat PNS Pemkab.Tobasa, keabsaan mereka sebagai Abdi Negara sedang digugat.
Juli 5, 2008
Balige, Toba Samosir, Media online Bersama Toba dot Com – Empat oknum Pegawai Negeri Sipil atau PNS Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, keabsaan mereka sebagai PNS sedang digugat.
Akhir-akhir ini mereka sibuk untuk memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri atau Kejari Balige, pasalnya ada Lembaga Swadaya Masyarakat atau LSM mengadukan keabsaan mereka sebagai Abdi Negara sampai kepada Kejaksaan Agung atau Kejagung di gedung Bundar Jakarta Selatan.
Keempat PNS itu disebut-sebut proses penerimaan mereka dimasa kepemimpinan Bupati Toba Samosir Drs Sahala Tampubolon diduga kuat mengandung penyimpangan, mereka adalah oknum EP saat ini sebagai Bendahara Dinas Parawisata Toba Samosir, kemudian dua orang wanita di Bappeda dan oknum bermarga Sihombing yang kini sudah pindah ke Pemerintahan Kabupaten Humbang Hasundutan atau Humbahas.
Sihombing itu dikabarkan merupakan anak angkat seorang pejabat tinggi di Pemerintahan Humbahas kabupaten yang berusia muda itu.
Penyimpangan yang dituduhkan dalam pengaduan itu tidak main-main, bayangkan saja ada diantara mereka yang saat pengumuman penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS Tahun 2002 namanya tidak tercamtum.
Bukan itu saja dilaporkan ada juga yang tidak ikut serta ujian tetapi telah menerima SK Pengangkatan.
Ironisnya, ada juga tentang tragis yang menimpa boru Simamora boru ni amanta atau Putri seorang Kepala SMP di Dolok Sanggul Kabupaten Humbahas, sebelumnya boru Simamora dinyatakan Lulus, namun belakangan dinyatakan gugur dengan alasan saat pendaftaran ulang ke Badan Kepegawaian Daerah atau BKD terlambat dalam hitungan menit, nah… disinilah permainan-permainan haram itu posisinya boru Simamora digantikan kepada marga Sihombing yang kini sudah bertugas di Pemerintahan Humbahas.
Setelah mendapatkan pengaduan itu, Kejaksaan Negeri atau Kejari Balige langsung bergegas dan pada saat ini mereka sedang melakukan pencarian data-data terkait kasus tersebut termasuk dengan memangil mantan Kepala BKD Jannes Naibaho.
Anehnya “tidak lagi dapat menemukan data-data yang diperlukan, mengapa arsip-arsip itu lenyap dari kantornya yang kini dipimpin oleh Herrijon Panjaitan,” akunya Jannes Naibaho dengan menyatakan keheranannya.
Sementara itu, desas-desus yang santer beredar diberbagai kalangan masyarakat bahwa keempat CPNS itu disebut-sebut telah menyetorkan sejumlah uang kepada oknum pejabat di Tobasa sehingga mereka dapat diterima dan diangkat sebagai PNS tanpa melalui testing dengan prosedur lain yang semetinya mereka lewati.
Akhirnya kini, masyarakat Tobasa menunggu akhir dari permainan-permainan “haram” ini, mereka masyarakat Kabupaten Toba Samosir yang peduli pada penegakan hukum, siap dan sanggup mengusung persoalan itu sampai kepada Kejagung di Gedung Bundar Jakarta Selatan.










horas…………………..
sebagai warga negara yang baik harusnya para pejabat pemerintah kita khususnnya pemerintah kabupaten tobasamosir. harus lebih tegas dalam pengambilan keputusan mengenai penerimaan pns didaerah kita ini. jangan macam berita yang dituliskan diatas banyak sekali penyimpangan2. mungkin yang ketahuan masih keempat diatas. yang belum ketahuan bisa jadi masih banyak lagi. jadi pesan kami permainan pemkab ya, fair,adil. karena mau tak mau kelak nanti para pns tersebut menjadi orang yang mungkin dibutuhkan……..
mauliate.
selamatkan terus tobasa kita yang kita cintai ini dengan menjauhkan segala hal yang terkait dalam penyimpangan. yang terutama adalah terhindar dari prakter KORUPSI karen itu adalah penyakit negeri kita ini yang paling mengerikan. bravoooooo tobasa
http://mengenal-islam.t35.com/index.php
bolis naburju, sebaiknya jangan lagi memperkeruh suasana, kamu jangan bawa suku batak dalam konflik agama, sungguh tidak bijaksana, sebaiknya kamu masuk di forum lain dan bukan memakai embel-embel batak, atau anda bukan orang batak????
Sebaiknya anda tidak mengadu domba, saya yakin anda bukan batak, tp provokator
kepada kepala2 pemeritahan janganlah terlalu berlebihan untuk menggunakan jabatan itu, jadi suka2 nya untuk memutasi menggantikan seseorang menjadi PNS bahkan membuat sesuatu yang sulit untuk pengurusan birokrasi, ingat saja nanti kita semua sama dihadapan Tuhan itu, jabatan di dunia sekarang ini hanya sementara, setelah itu tanah yang 2 x 3 itu sama jatah kita baik pejabat setinggi apapun kita semua, intinya TAKUTLAH AKAN TUHAN, TAPI JANGAN MEMBUAT HARTA ATAU UANG MENJADI KEKUATANMU DI DUNIA INI