Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

DR Muktar Pakpahan SH MA: Tutup Pardekean Milik PT Aquafarm Nusantara di kawasan Danau Toba

November 9, 2008

Ambarita, Kabupaten Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com - Dr Muchtar Pakpahan SH MA, Ketua Umum Partai Buruh menyerukan agar Pardekkean di Danau Toba di “tutup”
gambar aqua farmHal ini dikatakan pada rapat konsolidasi partai dan pelantikan pengurus Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Kabupaten Samosir di Sopogodang HKBP Ambarita, Kabupaten Samosir, baru-baru ini Jumat (7/11) yang dihadiri 200-an peserta.

dikatakan Danau Toba merupakan danau yang paling indah, jangan dicemari. “Apakah Danau Toba mau jadi pariwisata atau pardekkean”, katanya menyikapi keramba jaring apung atau KJA milik PT Aquafarm Nusantara yang beroperasi selama ini di hamparan air Danau Toba.

Meskipun baru- baru ini salah satu areal KJA PT Aquafarm Nusantara di kawasan zona wisata Tuktuk, Samosir sudah dipindahkan, tapi nampaknya permasalahan proyek raksasa itu seperti di Pangambatan Tomok, Lontung, Simalombu (Samosir) dan Sirungkungon (Tobasa) serta di Panahatan, Simalungun masih dianggap salah satu biang keladi pencemaran di Danau Toba.

Sedangkan Ketua DPD Partai Buruh Sumut Ir Harman Manurung mengungkapkan akibat beroperasinya KJA milik PT Aquafarm, bukan hanya perairan Danau Toba yang tercemar, tapi ruas badan jalan pun cepat rusak karena truk pengangkut ikan sering menumpahkan air di jalan mulai dari Ajibata hingga sampai ke Serdang Bedagai yang diperkirakan berjarak 100 kilometer lebih.

Menurutnya jika diperhitungkan untuk membangun satu kilometer jalan saja diperkirakan akan dapat menelan biaya Rp 2 miliar dan Negara pasti akan kesulitan untuk menanggulanginya.

“Sebaiknya kita harus lebih teliti menjaga kelestarian lingkungan dan kepentingan umum. Sebagai buruh, tani dan nelayan tidak bisa membiarkan kerusakan lingkungan yang akan semakin parah,” ujarnya

Tulisan berhubungan lainnya yang mungkin ingin anda baca:

Desa Huta Ginjang Lontung marah besar, Tutup PT Aquafarm Nusantara.
Kabupaten Samosir, Media Online Bersama Toba dot Com - Sedikitnya 23 orang masyarakat Desa Huta Ginjang Lontung, Kabupaten Samosir, Kemarin Selasa (11/11) marah

Bupati Tobasa, dukung gerakan Aku Cinta Danau Toba.
Drs. Monang Sitorus, SH, MBA (Bupati Toba Samosir) didampingi Sekdakab Liberty Pasaribu, SH, MSi, Krisostomus Siahaan Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Sedih Simanjuntak Asisten Administrasi Umum,

Edison Manurung: Ajang Promosi Danau Toba masih setengah hati
PORSEA, Media Online Bersama Toba dot Com – Edison Manurung Pengelola obkek wisata Pantai Pasifik Danau Toba Porsea mengatakan Kawasan Danau Toba

Tahun 2011, Danau Toba terancam tidak masuk 7 keajaiban dunia.
Media Online Bersama Toba dot Com - Alani, godang ni limbah yang masuk ke perairan Danau Toba membuat kawasan Danau Toba, terancam tidak masuk 7

Pembuatan Kapal Ferry di Balige Kab.Toba Samosir,tanpa Papan Proyek
Sebuah Kapal Ferry dipinggiran Danau Toba, Lumban Silintong Balige Kabupaten Toba Samosir dipertanyakan, "ferry itu adalah milik siapa, soalnya pembuatan kapal ferry yang hampir rampung

Komentar

20 Responses to “DR Muktar Pakpahan SH MA: Tutup Pardekean Milik PT Aquafarm Nusantara di kawasan Danau Toba”

  1. royen_am on November 12th, 2008 12:38

    Berita DR.Muktar Pakpahan SH MA : Tutup Pardekean Milik PT Aguafarm Nusantara di Kawan Danau Toba.

    Komentar saya : Sangat Naif sekali Saudara Muktar Pakpahan menyerukan penututupan Kerambah Jaring Apung (KJA) seperti di Pangambatan Tomok, Lotung, Simalombu (samosir) dan Sirungkungon (Tobasa). Bila kita lihat sekarang bahwa masyarakat butuh makan bukan komentar. Apabila KJA milik PT. Aquafarm ditutup apakah Saudara Muktar Pakapahan sudah memikirkan dampak yang akan terjadi pada masyarakat, dan solusi apa yang bisa diberikan oleh Saudara Muktar Pakpahan untuk masyarakat setempat apabila tdk memiliki pekerjaan.

  2. Partali Toruan on November 12th, 2008 22:03

    Saya sangat mendukung upaya yang dilakukan Bapak Muktar,

    negara ini harus kita membuat Undang-undangn yang keras & perlahan-lahan supaya masyarakat mulai menjalankan Dispilin, bukan mulai mempelajari Disiplin lagi…
    Di Abad berapa kita hidup sekarang ?? masih mau ketinggalan di bodohin lagi ?!

    Yang harus kita lakukan adalah menjaga kelestarian Alam dan bentuk Negara kita yang asli…..juga kelestarian Alamnya dan Kenyamanan Hidup penduduk sekitar untuk menunjang Pariwisata, Kesehatan, Kelestarian & Keindahan Wajah Asli alam tersebut, mencegah Pencemaran, dll…

    Masalah, dimana Rakyatnya harus mencari makan…
    kita semuanya manusia Dewasa, dan Bumi Indonesia ini masih banyak dan sangat luas dimana kita masih bisa untuk mengolah dan Kerjakan untuk menunjang kebutuhan Hidup Kita, asal jangan sampai merusak Alam Bumi ini karena semua manusia masih menginginkan Hidup sejahtera sampai seribu tahun mendatang lagi …….
    Pikirkanlah itu !!!!

  3. Bungaran Tambunan on November 13th, 2008 15:11

    **Sekitar Pendapat Penutupan Pardekkean di Danau Toba **
    Kita menghimbau kepada seluruh yang merasa memiliki Danau Toba baik yang tinggal disekitar Danau toba maupun diluar Danau Toba,maupun halak hita yang telah merantau,mari kita menyikapi hal ini dengan hati yang dingin dan jernih.mari kita melihat dari dua sisi .
    1.Kelestarian Danau Toba seperti dulu dan sekarang
    2.Pemamfaatan Danau Toba tanpa merusak lingkungan,
    Masih ingat pada saat tahun 50-an sampai ke 70an air danau toba masih bisa dimamfaat-kan untuk diminum secara langsung tanpa dimasak,termasuk kalau orang batak mengadakan pesta kecil/ besar Nah coba kita bandingkan dengan sekarang,apakah itu bisa ter-ulang?jangankan diminum untuk mandi saja kita sudah merasakan yang tidak aman.Memang perlu dikaji seperti apa kondisi air tawar danau toba sekarang

  4. mosir on November 27th, 2008 18:08

    Saya tinggal di sekitar danau toba,.. masalah pardekean aquapam memang menjadi fenomena yang menarik, semua harus dikaji secara sosial, ilmiah, biologis dan kimia, saya setuju bila memang aquapam mencemari secara nyata untuk segera ditutup

    Tapi itu juga butuh bukti nyata dan konkrit, bukan sekedar berteriak seperti orang yang tidak berpendidikan dan sakit hati, secara komprehensif harus dikaji lebih dalam oleh pakar pakar perikanan, perairan, sosial, biologi, dan kimia yang benar2 mumpuni dan mengerti tentang kualitas air… banyak kok yang bisa diajak kerjasama,… WWF salah satunya, atau NGO lain tapi yang benar2 independent, bukan karena kepentingan sebelah pihak, karena ingin dapat nama, karena dipolitisasi atau karena ingin memblow up agar dapat nama di masyarakat pas pemilu 2009…

    Bersikap arif dan bijaksanalah dalam memanfaatkan Anugerah Tuhan…….

    Bijih besi kalo hanya dibiarkan aja di dalam perut bumi juga tidak akan memberi manfaat buat manusia,… tapi setelah diolah(dengan memanfaatkan kepandaian otak manusia) bisa menjadi sarana untuk manusia menuju peradaban yang lebih maju….. jadi mobil, jadi kapal, jadi alat rumah tangga….

    ayo majukan bangsa indonesia tercinta

  5. beni sitanggang on Desember 17th, 2008 12:34

    saya setuju penutupan PT.aquafarm. saya rasa tindakan PT. aquafarm termasuk dalam usaha mengeksploitasi alam. dampak eksploitasi alam biasanya bukan hanya berdampak pada unsur yang digunakan saja akan tetapi mempengaruhi unsur lainnya. seperti kerusakan ekosistem d.toba akan merusak perekonomian masyarakat sekitar d.toba. semakin lama dampak yang diberikan akan semakin meluas bukan berkurang atau menyempit. kerusakan sarana transportasi, limbah yang dibuang.limbah yang diolah sebaik mungkin dan menggunakan teknologi tertinggi pun akan memberi ekses negatif apalagi bila limbah tidak diolah. salah satu ciri pengekploitasian alam adalah keuntungan yang berlipat ganda bagi pemiliki modal. pekerja diberi upah standar negara bekembang (bila cukup untuk hidup), lahan yang digunakan murah meriah (mudah2an disertai dgn amdal), dan menggunkan pemerintah setempat sebagai tameng bisa lewat perundang-undangnya atau menciptakan konflik horisontal. bila indikasi ini telah mulai mencuat tak ada jawaban lain selain hentikan!
    masyarakat sekitar d.toba telah tinggal ratusan tahun dan mampu bersahabat dengan alam dan hidup berdampingan dengan alam….

  6. eliakim martinus panjaitan on Desember 29th, 2008 12:23

    itu semua sah sah aja abang muktar berikan suatu alasan tentang hal masalah limbah yang disebabkan oleh ada perternak perikan dipinggiran didanau toba, tapi pernah ngak kita sadar pemcemaran dilakukan mega proyek disekitar danau toba, yang sangat menpengaruhi lapisan kulit bumi, coba kita buka pikiran kita siapa yang sebeneran yang jelas -jelas mencemari sekitar danau toba,jangan hanya menberikan usul asal usul tapi berikan masukkan yang logika dan berikan solusi untuk mereka bukan berikan penindasan untuk rakyat kecil (walaupun mereka mendapatkan dana dari pihak tertentu, seharus kita Bina mereka supaya dapat menjadikan mereka salah satu pemdukung kemajuan daerah tersebut, kita harus berpikir bagaimana Cara kita untuk Mengatasi limbah yang ada disekitar perternakkan perikanan dipinggiran didanau Toba,jadi tak semudah yang dipikirkan abang muktar, malah kita dukung mereka supaya dapat menghasilkan pendapatan devisa daerah.tks PIKIRKAN SOLUSINYA BUKAN MENGHANCURKAN RAKYAT UDAH BOSAN DGN KOMENTAR -KOMENTAR ,MEREKA BUTUH SOLUSI , BUKAN PENUTUPAN

  7. Nikson Sitohang on Januari 27th, 2009 02:31

    Saya adalah hela dari Huta Sirungkungon. Sudah tiga kali saya dari Sirungkungon dan baru yang ketiga saya melihat PT. Aquafarm. Saya amati betul-betul dan cek bagaimana sebenarnya proses pelaksanaan dari PT. Aquafarm dan saya juga banyak bertanya dan berdiskusi bersama keluarga dan warga yang bekerja di PT. Aquafarm. Saya melihat secara netral. Memang ada dilema, satu pihak masyarakat sangat membutuhkan pekerjaan dan di pihak lain danau toba tercemar. Tapi saya mengambil kesimpulan lebih banyak manfaatnya daripada mudaratnya. Kenapa saya katakan demikian?

    Sebelum adanya PT. Aquafarm, desa Sirungkungon sangat sepi dan banyak pemuda-pemudi dari desa tsb yang merantau. Tapi dengan adanya PT. Aquafarm terjadi kebalikan yang luar biasa. Pemuda-pemudi jadi tinggal di desa tsb bahkan pendatang dari desa maupun kota berdatangan ke Sirungkungon. Perekonomian bertumbuh luar biasa bahkan sangat signifikan. Dimana pendapatan masyarakat di desa tersebut meningkat. Selama ini masyarakat mengandalkan bawang tapi tanah sudah tidak cocok lagi dan tidak menghasilkan. Untungnya datang PT. Aquafarm sehingga bisa menggantikan petani bawang. Disamping Positip memang ada ekses negatip terutama dalam hal hidup kerohanian karena uang sudah banyak beredar. Tapi secara menyeluruh (holistik) manfaatnya jauh lebih bayak. Ada banyak kendala yang kita hadapi khususnya orang Batak yaitu masalah pertanahan dan itulah sebab musababnya daerah kita terlambat dibanding daerah lain di Indonesia.

  8. mangatas pakpahan on Februari 25th, 2009 16:30

    boleh ditutup tapi harus dipikirkan bagaimana dengan masyarakat yang sudah menggantungkan hidupnya pada perusahaan itu, ini akan membuat maalah baru lagi. Seharusnya lebih berpikir menanggulangi masalah tersebut dan jangan membuat masalah baru. Mauliate!

  9. Diwantono Sinaga on Maret 3rd, 2009 13:24

    pardekkean tersebut bisa saja berjalan tanpa hrs ditutp tapi harus benar2 dikaji kembali apakah memberi kontribusi yg baik signifikan untuk daerh itu atau hanya untuk pengusahanya saja? Kalau mengenai dampak lingkungan itu pasti ada tp itu kt serahkan aja pada ahlinya dalam hal ini Pemda atau dinas yg membidangi tp dgn pengawasan dan pengkajian kembali dari DPRD ataupun Ormas2 setempat.

  10. mega on April 11th, 2009 09:59

    saya anak siboro dari sirungkungon menurut saya untuk para warga seharusnya memanfaatkan pardekkean itu sebaik mungkin dan memberikan yang terbaik untuk semuanya saya melihat setelah ada pardekkean itu di sirungkungon menjadi tidak damai dan di danau toba sebaiknya menjaga kebersihanya dan jangan hanya semaunya ja

  11. berman.pakpahan on April 15th, 2009 10:30

    Mengenai Penutupan Aquafarm, memang harus melalui pertimbangan2 yang matang. karena perusahaan tsb telah banyak menbantu masyarakat sekitar dapat menikmati hasilnya, baik sebagai karyawan ,sebagai pedagang maupun sebagai pengusah jaring ikan. tapi apakah keuntungan tsb sebanding dengan rusaknya Perairan Danau Toba ???, yang sampai saat ini mungkin belum terasa benar dampaknya. tapi lama kelamaan dampak itu akan terasa,karena air danau akan berobah dari yang bening akan jadi keruh dan bau akibat dari pakan ikan yang akan mencemari air danau. Kita sama2 tau Danau Toba adalah harta yang tak ternilai harganya kalau dikelola dengan baik ,bayangkan kalo hal ini sampai terjadi.wisatawan tak akan datang ke Danau Toba karena takut tercemar air Danau. Pada hal apabila Danau Toba dikelola dengan baik dan dengan membangun Sarana dan Prasarana yang baik seperti di Bali saya rasa orang akan berkunjung ke Danau Toba , Turis asing akan lebih senang datang ke Danau Toba dari pada ke bali . Tapi kelemahan kita adalah di sekitar Danau Toba tidak ada sarana dan prasarana yang memadai. kalau dibali Semua ada Hotel2 Berbintang dengan Fasilitas2 yg Mewah bertaburan bagai Jamur bandingkan dengan Danau Toba yang minim dengan sarana dan prasarana tsb, Turis akan takut datang karena tak ada hotel yang memadai.
    Hal ini terjadi karena mamang Investor tak mau menanam modal di sekitar Danau Toba atau kesulitan mendapatkan Lahan , atau Pemda Sumut tidak mau memberi ijin Investasi karena takut Tapanuli lebih maju dari Medan. oleh karena itu kepada Putra Tapanuli yg sudah mapan diperantauan mau menanamkan modal di sekitar Danau Toba. Oleh karena itu saya sangat setuju dengan Pembentukan Propinsi Tapanuli agar Tapanuli dapat mengembangkan Danau Toba menjadi Kawasan Wisata manca negara yang dapat mendatangkan DOLLAR………..seperti Bali ……………Semoga berhasil !!!!!!!!!!!!!!!!

  12. Sianipar_Bali on April 15th, 2009 14:55

    Menanggapi tulisan Bang Berman, sebaiknya kita berbicara menggunakan data, jangan sembarang mengeluarkan pendapat. Saya tidak tau, apa back ground Abang kita ini, engineering, ahli lingkungan, ahli ekonomi, ahli sosial atau politisi. Kemukakan pendapat Abang sesuai kapasitas dan ilmu yang Abang miliki. Salah satu kelemahan kita adalah jika berbicara tidak di dukung data akurat dan up to date. Punya data sedikit, tidak pernah di validasi, tanpa analisis langsung buat kesimpulan yang tentunya tabrak sana tabrak sini, gimana kita mau maju. Kualitas SDM nya (maaf) susah…..

  13. sumando simatupang on Mei 1st, 2009 12:23

    Penutupan Aquafarm sebenarnya adalah hal yang sangat gampang.
    Tapi, mari kita lihat ke belakang apakah sudah kita manfaatkan danau Toba itu secara maksimal.
    Bukankah sepatutnya kita bertrimakasih kepada pengelola karena memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitar.
    Memang saya tidak tinggal di sekitar lokasi. Tapi saya pernah penelitian di sana.
    dan saya menemukan bahwa daerah KJA milik Aqafarm Nusantara bukanlah pemasok limbah terbanyak ke badan perairan Danau Toba.

    Seperti isu yang santer terdengar, bahwa “pelet yang diberikan oleh perusahaan adalah pemasok limbah karena sering berlebihan dan akan mengendap di dasar danau”. Adalah suatu hal yang sanagt salah kaprah dan lebih dimungkinkan dipolitisi oleh pihak tertentu.

    Bagaimana tidak. Mari kita sedikit jeli melihat hal ini. Bagaimana munkin perusahaan mau membuang pelet secara lebih. Bukankah mereka mencari untung. Nah, kalau pelet berlebih. Sama saja membuang duit.
    Dan dari data yang saya dapat bahwa pelet (pakan ikan nila) yang digunakan adalah pelet apung.
    Dan sangat bertolak belakang dengan pelet masyarakat yang menggunakan pelet tenggelam. Secara logika, mana yang lebih besar kemungkinan pelet apung atau pelet tenggelam menyebabkan pencemaran.
    Saudara yang milih…

    Sebagai contoh pembanding. Dan dari segi keanekaragaman plankton yang merupakan salah satu idikator kualitas perairan. Saya menemukan lebih sedikit plankton yang sensitif terhadap pencemaran di daearah pariwisata prapat daripada di daerah KJA. (Yang kebetulan dekat dengan lokasi PT ). Selain hal tersebut di daerah tersebut juga terdapat pembloomingan alga dan tumbuhan yang dapat mendenaturasi bahan pencemar. Hal ini menunjukkan bahwa pelet PT tersebut belum ada apa-apanya akanhalnya mencemari perairan dibanding dengan limbah masyarakat, perhotelan, dan kegiatan lain yang sangat signifikan terhadap perairan.

    Maka mari kita berpikir secara jernih. Memang seberapa besar limbah yang disumbang oleh Pt. Aqufarm terhadap perairan Danau Toba? Seberapa besar pula perkembangan/peningkatan taraf kehidupan yang disumbangkannya? Kalau perusahaan ditutup, seberapa banyak yang akan pengangguran?
    Atau memang apakah hanya PT. Aquafarm yang mengotori Danau Toba tanpa melihat usaha-usaha lainnya oleh masyrakat sekitar yang juga mengiindikasikan pencemaran danau, seperti peternakan yang membuang limbah langsung ke badan air, usaha perhotelan di sekitar Danau Toba sudah bagaimana? sudahkah mempunyai IPAL (izin mengelola limbah-red)?

    Maka untuk itu, sangat dibutuhkan sesegera mungkin diskusi secara berkesinambungan dalam cakupan umum, luas dan terbuka, bagi instansi yang terkait. Baik antara masyarakat sekitar, PT. Aquafarm Nusantara, Pemerintahan dan didalamnya Dinas Pariwisata dan Dinas yang membidangai kesejahteraan sosial, serta kaum cendikiawan. Agar tidak terjadi konflik yang tidak diiginkan di belakangan hari.
    Dan mari kita sama-sama memikirkannya secara kepala dingin dengan meutamakan musyawarah untuk mufakat. Tanpa harus saling menyudutkan.

    Saya mahaiswa Biologi di salah satu Universitas terkemuka di Sumatera Utara yang pernah melakukan penelitian di PT. Aquafarm.
    Dan saya membuat pembandingan tadi murni sesuai dengan apa yang saya lihat langsung di lapangan. Dan bukan ada maksud membela atau membaaratkan pihak tertentu.

    Jayalah Danau Toba.
    Haulionmi tarbirata ro di liat Portibion.

  14. Ronald Gultom on Mei 13th, 2009 18:15

    Ronald Gultom.

    Saya salah satu Putra daerah Sirungkungon.

    Bagi Dr Muchtar Pakpahan SH MA, Ketua Umum Partai Buruh boleh saja berkata demikian karena beliau sudah bekerja bahkan kedudukan yang cukup tinggi dan penghasilan yang cukup tinggi juga.
    Tapi bagi rakyat sirungkungon yang dulu hanya berpenghasilan dari bawang yang harus ditunggu hingga 4 bulan baru dapat di panen dan belum tentu ada hasil karena tanah tandus dan kering.Adapun penghasilan lain seperti Bubu (jebakan ikan) dan Doton( Jaring ikan dari net) tidak bisa diharapkan dapat banyak karena populasi ikan lambat dibandingkan penangpan ikan yang dilakukan hampir seluruh nelayan di Pinggir Danau Toba.Oleh karena itu banyak masyarakat dari desa Sirungkungon tidak dapat melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA bahkan tingkat SLTP karena penghasilan yang sangat minim sekali. Apabila saudara Dr Muchtar Pakpahan SH MA, Ketua Umum Partai Buruh dapat melakukan terobosan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat Sirungkungon ( Salah satu desa yang di tunjuk oleh PT Aquafarm Nusantara untuk beroperasi ) ya boleh aja beliau berkata begitu.
    Memang dulu air Danau Toba bisa diminum tanpa dimasak karena kelihatan bersih dan jernih tapi kalau dibawa ke Laboratorium belum tentu bebas dari polusi sebab selama ini sudah ada kapal yang beroperasi di Danau Toba sebagai salah satu pencemaran.Saya bulan Desember 2008 dan Maret 2009 pulang Kampung. Saya lihat banyak perubahan yang sagat drastis mengenai tingkat kehidupan sekarang dibanding sebelum ada Kerambah.
    Saya sependapat dengan Lae saya SI Tohang bahwa sebelum adanya PT. Aquafarm, desa Sirungkungon sangat sepi dan banyak pemuda-pemudi dari desa tsb yang merantau. Tapi dengan adanya PT. Aquafarm terjadi kebalikan yang luar biasa. Pemuda-pemudi jadi tinggal di desa tsb bahkan pendatang dari desa maupun kota berdatangan ke Sirungkungon. Bahkan di Sirungkungon ada yang menyewakan rumah dan Kos kosan.Ini suatu sejarah bagi saya.Sirungkungon itu bagai Kota kecil saat ini.Dulu kalau mau pulang kampung harus hari Sabtu karena kapal sebagai transportasi tidak ada dari senin hingga jumat. Sekarang tiap hari sudah ada.Memang dampak negatifnya pencemaran lingkungan tapi banyak juga hal Positif yang didapat rakyat setempat. Saran saya PT. Aquafarm membatasi Proyeknya dan mencari solusi meminimasi pencemaran.

  15. Ir.Surya Negara Panjaitan on Mei 14th, 2009 08:10

    Horas ma di hita sasudena……..

    Saya sependapat dengan lae Sumando Simatupang…….
    Jika kita dapat mengatakan suatu perlakuan atau project seperti PT Aguafarm berdampak besar kepada lingkungan barang tentu kita harus mempunyai data dan bukti pengukuran yang akurat. Disinilah kita masyarakat yang harus jeli menyikapi statemant dari berbagai pihak termasuk Bang Muktar Pakpahan.Saya tidak tahu :
    1. Apakah Bang Muktar ini sudah mempunyai bukti pencemaran PT.tersebut ( prosedur dan Methode Inspeksinya sudah sesuai WI dari AMDAL )
    2.Apakah Bang Muktar ini sudah punya data Pencemaran lainnya yang terjai di sekitar danau toba seperti dampak Limbah Kapal( solar dan oli yang kececer .Limbah Perhotelan dan Limbah Rumah Tangga karena ada sekarang yang dinamakan Limbah B3 dan Non B3 yang sangat perbengaruh terhadap pencemaran perairan danau toba dan bahkan masyarakat pemakai air tersebut.
    3.Apakah Bang Muktar sudah ada Progress kalau tutup itu PT.Aquafarm maka pekerja yang ada dan lingkungan sekitar dapat teratasai secara sosial dan ekonomi.

    Menurut saya kehadiran dari PT.Aquafarm memang sangat mempengaruhi VISUAL dari pada keindahan ,karena Danau Toba adalah suatu Objek wisata di Indonesia dan Bahkan di Dunia sedangkan pencemaran lingkungannya saya belum punya data kita serahkan kepada Petugas Andal Kab Tobasa,Kab Samosir,Kab Simalungun dan Pihak Independent seperti lae simatupang ini atau pakar lingkungan halak kita yang sudah bayak makan asam garam di Dunia Perlingkungan / Amdal. Nah sekarang tinggal kita /masyarakat dan Pemerintah maunya seperti apa dibuat Danau Toba ini.
    Saran saya kepada Yth :
    1.Gubernur Sumut
    2.Bupati Tobasa
    3.Bupati Samosir
    4.Bupati Simalungun
    5.Dinas PU tiga Kabupaten
    6.Pemerhati Lingkungan

    Duduk bareng tanggalkan kepentingan Pribadi dan kedepankan kepentingan Umum tanpa menghalalkan segala cara dengan alasan Ekonomi dan BICARAKAN beberapa dampak Pencemaran Lingkungan diPerairan Danau Toba sekitarnya dan buat skala prioritas untuk perbaikan.
    Nah kalau sudah demikian Masyarakat kita tahu mana yang harus di hindari dan mana yang harus dilakukan di Perairan Danau Toba.

    Mauliate……..

    Surya N Panjaitan
    surya@kepsonic.co.id
    0815-84983494

  16. ria agustina on Agustus 30th, 2009 12:47

    horas.. . .. sirungkungon
    saya ria anak siboro di sirungkungon,,,, saya dengar bahwa mengasin ikan akan segera di mulai lagi,, q shi fine2 ja klo di sirungkungon di mulai lgi mengasin tapi 1 yg saya sarankan jgn sampai hal itu mencemari kbersihan danau toba dan membuat pertengkaran hanya karna masalah sepele

    sebenarnya saya jga setuju atas pembukaan pengasinan itu soaly hanya itu salah satu dari mata pencaharian bagi warga.
    kalau boleh jujur kedatangan pt.aqua farm membawa dampak negatif dn positif.
    kalau yang positifnya masyarakat sirungkungon taraf hidup y meningkat,,,
    tpi kalo dampak negatifny q ga bsa lgi mandi di danauny coz dah jorok dan membuat gatal-gatal,, trus kmi ga bsa lg mengambil air dri danau sehingga kmi kewalahan mncri air bersih,, seharus y pt.aquafarm menyediakan air bersih sbg penggantin y krna pt. itu yg membuat air kotor
    saya jg mau blang kalo pengurus pt.aqua farm di sirungkungon jgn cman dri keluarga tuan takur ja seharus y ada test untuk mencari pengurus pt. aquafarm spaya warga yang lain merasa puas krna desa sirungkungon bkan milik keluarga perorangan melainkan milik semua warga sirungkungon dgn kta lain itu adalah milik negara

  17. japarlin Pakpahan on September 23rd, 2009 08:58

    Horas madihita sude……saya emang tinggal diperantauan,pada agustus 2008 yg lalu saya PULKAM ke Samosir.rindu ama ortu juga Bona pasogit.sesampainya di Ajibata kita liat air Danau Toba sekarang dah sangat jorok,menurut pantauan saya, Air Danau Toba sudah tidak layak lagi utk dikomsumsi.jadi , khusus buat saudara Royan… Tolong jangan asal bunyi.dan saya mau tanya saudara. Saudara Royan bilang Naif atas usulan penutupan tambak ikan disana apa sebab ? Karna anda Seoorang pekerja di tambak tsb atau emang bukan asli org Tobasa ?dan perlu dingat !lupakan hidup mementingkan diri sendiri.ingatlah masarakyat yg tinggal diseputaran sana.mereka minum dari Danau Toba.dan mungkin lebih dari Ribun org yg meminumnya.saya sangt mengharap orang2 pintar di Samosir harus berani mengatakan Tutup Pardekkean .maulite

  18. Arimo manurung on Maret 22nd, 2010 09:23

    saya putra sirungkungon,saya berpendapat KJA di sirungkungon memang baik,karena membuat masyarakat jadi lebih maju dan juga sarana di sirungkungon sudah mulai tercukupi,memang pencemaran air didesa sirungkungon memang terjadi,tapi sebelum PT.AN datang masyarakat sudah memanfaatkan mata air dari gunung sebagai air minum.”Jadi tidak ada salahnya kan sumber daya alam digunakan untuk meningkatkan taraf hiudp masyarakat? Thanks

  19. jangi on Maret 30th, 2010 19:39

    salam damai dari saya.
    saya seorang pengagum berat Danau toba.
    tapi saya tidak suka apabila PT.Aquafarm ditutup sebelum ada lapangan kerja dibuka kembali di areal Danau toba.
    coba anda bayangkan jika perusahaan ini ditutup akan kemana para karyawan yang bekerja disitu sebelumnya.
    karena sebelumnya anda melihat sendiri bagaimana kehidupan masyarakat pinggiran danau toba, masih terpuruk banget kan?
    lihat donk gimana perkembangannya?
    Harap saudara pikirkan itu……………..
    MAULIATE GODANG MA ATE…………………….

  20. jupiter predy on April 7th, 2010 00:33

    Himbauan saya kepada seluruh pihak terkait: Tutup segala bentuk usaha yg menyumbang Limbah ke Danau Toba.apalagi Pt Aquafarm yg nota benenya tidak mengindahkan UU,dan tidak memiliki ijin usaha yg jelas.

Berikan komentar dan masukan anda





Silahkan bergabung dan berdiskusi dengan pengunjung Bersamatoba.com lainnya di Forum Bersama Masyarakat Toba

Majalah Luar Negri Gratis
Gambar danau toba batak