Ditikki…,na ujui..,Perjalanan hidup Letjen Purn TB Silalahi.
Mei 9, 2008
Convention Hall dengan interior yang artistik yang berkapasitas sekira 500 orang, di TB Silalahi Center Balige Kabupaten Toba Samosir Propinsi Sumatera Utara, disiarkan sebuah Vidio Klip, TB Silalahi “ na uju i ditikki dakdanak sahat tu na magodang rodi na marpahompu “ ( sejak kecil hingga usianya yang ke 70 ).
Simak ditikki na uju i..! ceritanya melalui siran Vidio klipnya :
Betapa sulitnya kehidupan pada masa penjajahan Belanda hingga masa penjajahan Jepang, kondisi itu bukan hanya dialami TB Silalahi tetapi juga dialami semua bangsa, (terlihat Bapak TB Silalahi mengenakan kemeja warna biru garis-garis saat mendampingi Kejagung foto diambil 07-05-2008 ) selanjutnya dalam acara siaran vidio klip itu pada waktu penjajaham jepang dan Belanda, TB Silalahi berjuang keras menempuh kehidupan disaat usianya 5 Tahun ianya sudah ditinggal orang tua.
TB Silalahi adalah anak dari seorang supir pribadi seorang pejabat belanda pada saat itu, sejak ayahnya meneinggal dia harus bekerja keras membantu ibu mencari nafkah dan untuk biaya sekolah.
Sejak usia 7 tahun hingga dewasa TB Silalahi perna menjadi seorang buruh, namun kesulitan kehidupan itu menjadi suatu agitasi bagi dirinya dan menjadi sebuah berkah.
Setelah ianya menamatkan SMA, dia mengikuti seleksi perguruan tinggi di Universitas Gajah Mada dan berhasil lulus dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil, Kemudian meninggalkan Universitas Gaja Mada Tahun 1957 dan menimbah ilmu di Institut Teknologi Bandung ( ITB) lantara terobsesi pada Presiden RI pertama Ir.Soekarno.
Ketika kuliah di ITB biayanya tersendat-sendat dari kampung sehingga sawah dan lading milik orang tuanya habis terjual dan akhirnya ia tidak dapat melanjutkan kuliah.
Ahirnya TB Silalahi pergi ke Magelang mengikuti test Prajurit TNI dan pendek cerita akhirnya ia masuk sebagai prajurit TNI.
Pada Tahun 1971 TB Silalahi dilantik Presiden Soekarno sebagai prajurit TNI dengan predikat terbaik.
Tahun 1962 TB Menikah dengan putri Jawa yang hingga saat ini setia mendampinginya dalam menjalani kehidupan dalam mahligai rumahtangganya.
Setelah mendapatkan pangkat Letnan, TB Silalahi mendapat tugas berat yakni Operasi Barata Yudha dan juga Operasi Kilat di Sulawesi Selatan, pada tahun 1968 TB Silalahi berhasil menamatkan kuliah kuliahnya jurusan Hukum yang mendapatkan gelar Sarja Hukum dengan predikat Cumlaude.
Setelah menempuh perjalanan panjang di TNI, tahun1983 di era Soeharto, TB Silalahi diangkat menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN), sebelumnya Tahun1980 an, ianya pernah ditugasi ke Hawai dan Thailand.
Selain aktif di TNI, Tahun 1996 mendapat pendidikan diluar Negeri dan berhasil membidangi bisinis yang akhirnya memperoleh gelar Doktor.
Tahun 2004 menjabat penasehat Khusus Presiden SBY, Tahun 2005 menjadi dewan tanda kehormatan dan pernah bertugas selama 5 tahun di Papua.
Tahun 2006 diangkat menjadi anak angkat di Papua yang diresmikan oleh Gubernur Papua.
TB Silalahi juga telah diangkat menjadi Datuk Panglima Kesultanan Deli yang sebelumnya juga diangkat menjadi Datuk Kesultanan di Sulawesi Selatan.
TB Silalahi memiliki dua putri dan satu anak, putri pertamanya Dr Herti Helita br Silalahi, putri kedua Dr Meli Linda br Silalahi dan Putra bungsu Ir.P.Banuara Silalahi, dan memperoleh 4 cucu.
Kini TB Silalahi mendirikan Yayasan Soposurung sejak 15 tahun lalu dan berbagai bantuan dari pemerintah dan Mendikbud serta pejabat tinggi telah diupayahkan memajukan Yayasan Soposurung tersebut.
Demikianlah pengamatan Bersama Toba dot Com sekelumit cerita perjalanan hidupnya yang disiarkan melalui Vidio Klip baru-baru ini di Convention Hall TB Center Balige.




membaca cerita video klipnya TB.Silalahi ditikki….. rasanya kok gak ada jalan ceritanya, gak ada semangat disana…. itu hanya sekedar riwayat hidup yang tidak lengkap…. tapi saya senang masih ada seperti pak TB yang peduli tanah kelahirannya..horas