“Ulos Batak”, dikenal sebagai Jati diri orang Batak sesuai Budaya dan Adatnya.
Mei 25, 2008
>> Jenis Ulos Batak dan Fungsinya.
Orang Batak sudah dikenal sebagai “Bangso”, kenapa..?
Dahulu sudah memiliki Kerajaan sendiri, Mardebata Mulajadi Nabolon (“pencipta yang maha besar”), memiliki Surat Aksara Batak, dan sudah pernah memiliki Uang tukar yakni Ringgit Batak (“Ringgit Sitio Suara”), uning-uningan namarragam (“musik”), memiliki Budaya Adat, dan mempunyai Hukum.
Namun sekarang ini sudah menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahkan orang Batak Toba sudah banyak yang tidak mengetahui bahasa daerahnya sendiri, melihat perkembangan teknologi sekarang ini, tor-tor Batak sudah banyak yang tidak mengetahuinya, bahkan dewasa ini Ulos Batak tidak dikenal jenis-jenis dan Fungsinya.
2 Musa 19 ayat 10:
Dung i didok Jahowa ma tusi Musa laho maho tumopot bangso i jala urasi nasida sadarion dohot marsogot asa ditatap nasida Ulos na.
Dengan dasar ini Bersama Toba dot Com, mensosialisasikan Jenis dan Fungsi Ulos Batak:
I.Ulos Antak-Antak, dipakai selendang orang tua melayat orang meninggal, dan dipakai sebagai kain dililit/ hohop hohop waktu acara manortor. Read more
Ulos Batak, mendapat perlindungan secara Hukum.
Mei 24, 2008
>> Hak Cipta, selama pencipta hidup
>> Hak Budaya, selama Budaya itu ada.
Ulos Batak adalah sebagai identitas, ada orang mengatakan ulos Batak adalah sebagai Budaya, Adat, Tradisi, Kegiatan Ritual, Kebiasaan dan Peninggalan, hal ini semuanya ada benarnya.
Perlukah atau dapatkah, Ulos Batak mendapat perlindungan secara hukum…?, apa dasar hukum perlindungan Ulos Batak.
Bersama Toba dot Com, membeberkan atau pun mensosialisasikan bahwa apa itu Dasar Perlindungan Ulos Batak.
UUD RI 1945, ps 18b ayat (2) dinyatakan, Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisional sepanjang masih hidup dan sesui dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara kesatuan Republik Indonesia yang diatur dengan undang-undang. Read more
Waspadalah, terhadap sampah….!
Mei 24, 2008
>> Oleh: Elisabet Simanjuntak Asisten Apoteker <<
>> “Sampah masyarakat” merusak kesehatan, bahkan “jiwa dan mental”
Siapa yang tidak kenal dengan “sampah”, sampah merupakan benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi, baik yang berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industri.
Sementara sampah dapat kita bedakan menjadi dua bagian yakni, sampah yang dapat membusuk misalnya sisa-sisa makanan, yang kedua sampah yang tidak dapat membusuk misalnya, yang dapat dibakar (kertas, kayu dan plastik), kemudian yang tidak dapat dibakar (botol, kaleng, dan lain lain). Read more
Dinas Pertanian Toba Samosir, “mapultak gambiri” dalam memberhasilkan Program Pengembangan Jagung.
Mei 23, 2008
>>Camat Tampahan, “beri tawaran” lahan 190 (Ha) untuk tanam Jagung.
>>Kabag Humasy Tobasa, wartawan yang berminat hubungi Camat Tampahan.
>>Kepala Dinas Pertanian Ir.Horas Silitonga, “ tidak hadir”
>> Pers Tobasa, lembaran data statistik tidak akurat dan tidak benar.
Dalam meningkatkan kebersamaan dengan Pers di Kabupaten Toba Samosir, Camat Tampahan melalui Sekretaris Camat mengatakan untuk memberhasilkan Program Pengembangan Jagung, tersedia lahan tidak produktif seluas 290 (Ha) di daerah itu, hal ini telah dikordinasikan dengan penduduk setempat bahwa masyarakat di daerah kecamatan Tampahan, “rela” memberikan lahan seluas 190 (Ha) kepada para insan pers untuk menanam jagung.
Demikian dikatakan Sekretaris Camat dalam “temu pers” kepada sejumlah Pers Toba Samosir Jumat (23/5) di lantai IV Kantor Bupati Toba Samosir.
Dalam acara “temu pers” tersebut dihadiri, Kabag Perekonomian James Silaban, Kepala Tata Usaha Dinas Pertanian, Kabag Humas dan Kepala Perkebunan Percobaan Gurgur.
(gambar dari kiri, Kabag,Perekonomian, Kabid Perikanan, Sekretaris Camat Tampahan, Kabag Humasy Tobasa dan Kepala Perkebunan Percobaan Gurgur.foto Bersamatoba) Read more
Di Toba Samosir pupuk langka, petani khawatir produksi tanam berkurang.
Mei 22, 2008
>>Komisi Pengawas Pupuk bekerja sama dengan Polres Tobasa
>>James Silaban, mengaku quota berkurang sekira 1400 ton.
>>Distributor UD Tani Jaya, Jatah 5kg/pupuk
James Silaban, Sekretaris Komisi Pengawas Pupuk (KPP) di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara mengatakan kelangkaan Pupuk bersubsidi di daerah ini akbibat quota berkurang sekira 1400 ton dari tahun yang lalu.
Menurutnya Dinas Pertanian Kabupaten Toba Samosir seharusnya sudah dapat menetapkan alokasi pupuk berdasarkan musim tanam, sehingga masalah pupuk di Kabupaten Toba Samosir dapat ditanggulangi.
“akibat tidak dapat ditetapkannya alokasi pupuk berdasarkan musim tanam, maka dampaknya 7000 hektar lahan, kekurangan pupuk dalam 1 tahun, ” sebutnya Silaban kepada Bersama Toba dot Com, kamis (22/5) di ruang kerjanya.
James Silaban yang juga Kepala Bagian Perekonomian mengatakan telah membuat surat Flexibel kepada pihak produsen bahkan Bupati Toba Samosir telah memohonan bantuan ke Gubernur Sumatera Utara terkait langkahnya pupuk di daerah Tobasa. Read more
Kejari Balige, Kejaksaan bukan “alat pemuas” masyarakat.
Mei 22, 2008
>>Kejari Balige, 10 bulan masa kerja sudah tetapkan 7 orang tersangka korupsi
>>Kejari Balige, Penyelesaian Korupsi harus dengan bukti-bukti akurat.
Kejaksaan Negeri Balige, tugasnya akan terus berupaya memberantas korupsi di bumi Kabupaten Toba Samosir dengan tujuan agar pembangunan di daerah ini dapat berkembang sesuai yang diharapkan masyarakat, dan bukan itu saja selain pembangunan dapat berkembang, agar ada perubahan pemerintah kabupaten Toba Samosir.
Hal itu dikatakan kejari Balige Tumpak Simanjuntak SH, kemarin (21/5) kepada wartawan dalam mengomentari pembrantasan korupsi di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir. Read more
Kenaikan BBM, menjadi sebuah beban dikalangan masyarakat.
Mei 21, 2008
>>Oleh: Elisabet.Simanjuntak.<<
Dikabarkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan naik sebasar 28,7%, hal ini sangat meresahkan kalangan masyarakat menengah ke bawah. Sejumlah masyarakat di Kabupaten Toba Samosir, “bingung” dengan kebijakan pemerintah dimana dengan kenaikan BBM ini, pastilah akan memicuh kenaikan harga barang yang lain.
Misalnya Sembako, kita dapat mendengarkan keluhan masyarakat di Negeri yang tercinta ini, walapun kebijakan yang dibuat pemerintah dengan pemberian “Bantuan Langsung Tunai” (BLT) dan Raskin tidak akan membuat masyarakat “puas”, pada hal masyarakat menginginkan bagaimana pemerintah untuk menciptakan suatu lapangan kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Read more
100 Tahun kebangkitan Nasional, dengan sebuah nilai harmonis terhadap keberadaan suatu Industri.
Mei 21, 2008
>>Keberadaan suatu industri meningkatnya kesenjangan Sosial.<<
Seratus Tahun Kebangkitan Nasional tepatnya jatuh tanggal 20 Mei 2008, mari bangkit bersama menyonsong pembangunan di bumi Toba Samosir, bangkit untuk menyambut suatu keberadaan Industri ditengah-tengah masyarakat.
Salah satu implikasi dari kehadiran industri adalah perubahan masyarakat (social change). Disiplin sosiologi mendefinisikan perubahan masyarakat sebagai perubahan cara berpikir, bersikap, perilaku dan gaya hidup (lifestyle) masyarakat sebagai akibat diperkenalkannya teknologi baru di tengah-tengah masyarakat. Read more
Perempuan Batak, Ulet dan Tangguh.
Mei 20, 2008
Memang benar perempuan Batak terkenal gigih dan ulet bekerja untuk membantu suami mencari nafkah, pokoknya mereka ada dimana-mana terlihat seperti dalam gambar inang boru Simangunsong harus berjalan kaki dengan jarak tempuh 25 Km dari huta gala-gala ke pusat kota Balige hanya untuk menjual “sahirang karupuk” (“satu keranjang Kerupuk.red”) buatan sendiri terbuat dari “gadong hau”, (“ubi kayu.red”).
Suaminya bermarga Simanjuntak yang bekerja sebagai petani yang dikaruniai sembilan orang anak, “ beginilah setiap harinya untuk membiayai anak sekolah sebelum panen dari sawah,”sebutnya inang boru Simangunsong. Read more
Ulos Batak, kekayaan Budaya Batak
Mei 20, 2008
Sektor Pendukung PERINDUSTRIAN.
>>Pengerajin Ulos Batak
Inang boru Butar butar Pengerajin ulos di Lumban Gala gala, kecamatan Balige, kabupaten Toba Samosir, propinsi Sumatera Utara, sedang mengerajin ulos Ragu Huting ,”selama dua minggu lamanya sedikitnya tiga ulos siap untuk dikerjakan,” katanya kepada Bersama Toba dot Com , Selasa (20/5) di Huta Lumban gala-gala.
Dikatakan harga Ulos Ragi Huting sebesar Rp.400 ribu, kemudian menurutnya macam-macam dari ulos adalah seperti Ulos Padang Ursa, Ulos Ragi Harangan, Ulos Bintang Maratur, UlosPinuncaan, Ulos Tumtuman, Ulos Ragi Pakko, Ulos Tutur-tutur, Ulos Pinan Lobu-lobu, Ulos Antahantak, Ulos Ragi Huting, Ulos Suri-suri Ganjang, Ulos Bolean, Ulos mangiring, Ulos Sibunga Ambasang, Ulos Sitolu Tuho, Ulos Simpar, dan Ulos Sibolang Rasta Pamontari. Read more




