Ulasan Seputar Masyarakat dan Lingkungan Toba dan sekitarnya

Pembuatan Kapal Ferry di Balige Kab.Toba Samosir,tanpa Papan Proyek

April 9, 2008

Kapal Ferry

Sebuah Kapal Ferry dipinggiran Danau Toba, Lumban Silintong Balige Kabupaten Toba Samosir dipertanyakan, “ferry itu adalah milik siapa, soalnya pembuatan kapal ferry yang hampir rampung penuh dengan teka-teki, apakah itu milik pemerintah atau swasta.?,”ujar sejumlah masyarakat di Balige pengamatan Bersama Toba dilapangan Kapal Ferry itu sedang dikerjakan tanpa memperoleh papan proyek yang sumber dananya dipertanyakan, dicoba menghubungi para pekerjanya semuanya mengatakan tidak tahu….!
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada sejumlah pegawai Dinas Perhubungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, “kami tidak mengetahuinya,”sebutnya kepada Bersama Toba seraya mengatakan coba kalian tanya ke Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara.
Dikabarkan Kapal Ferry itu adalah kegiatan Dinas Perhubungan Propinsi Sumatera Utara miliknya Pemerintahan Kabupaten Samosir yang dikerjakan di pinggiran Danau Toba, Lumban Silintong Balige.

Pencarian pada artikel ini:

Desa Meat dengan Galian “C”

April 1, 2008

gbrbatu.JPGGambar (Galian C siap untuk diperdagangkan)

Galian C, di desa Meat Kecamatan Tampahan-Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara, sumber pendapatan daerah itu, namun kenyataannya jalan menujuh ke desa Meat sangat rusak parah, pada hal salah satu misi dan visi sintua Drs Monang Sitorus SH MBA adalah Parawisata.

Desa Meat dikaki gunung, dipinggiran Danau Toba yang memiliki potensi Parawisata di masa mendatang, namun kenyataannya jalan menujuh ke desa tersebut rusak parah dan hingga berita ini diangkat masih diterlantarkan

Pencarian pada artikel ini:

Bantuan Dana Reboisasi di Kab.Toba Samosir dipertanyakan..!

April 1, 2008

Dolok Tolong Nauli, terancam GundulDolok Tolong terletak di Desa Tampahan Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara, kini terancam gundul.
Sangat dikawatirkan terjadi bahaya longsor, sementara dikaki gunung Dolok Tolong banyak pemukiman, Kemana dana Reboisasi selama ini………….???

Pencarian pada artikel ini:

Dana BOS T.A 2007, sebesar Rp.5.489.062.600.- di Kab.Toba Samosir disinyalir terjadi praktek KKN

April 1, 2008

B.Sagala SE+ Gbr Samping Kiri- B.Sagala KTU Inspektur Kab.Toba Samosir


+ LSM Bersama Toba: Kejaksaan sudah sepantasnya Periksa, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2007, sebanyak 32 sekolah SMP di Kab.Toba Samosir sebesar Rp.5.489.062.600.-

+Indikasi awal dugaan penyelewengan dan BOS terjadi di Sekolah SMP Negeri 1 Porsea-Kab Toba Samosir- Propinsi Sumatera Utara.

+Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Porsea, Drs Midian Manurung, sisa dana BOS sebesar Rp.40 Juta, “dibobohkan”, terbukti diabaikannya surat dari LSM Bersama Toba.

Salah satu Visi dan Misi Bupati Toba Samosir Sintua Drs Monang Sitorus SH MBA adalah Pilar Pendidikan, namun sepertinya hanya sebuah retorika saja, kenapa..? simak penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTs serta Pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non Islam Setara SD dan SMP pada Tahun Anggaran 2007 sumber dana dari APBD sebesar Rp.5.489.062.600.- yang dikelolah Dinas Pendidikan Nasional Pemerintahan Kabupaten Toba samosir. Read more

Pencarian pada artikel ini:

Ada apa sebenarnya, Jagung di kabupaten Toba Samosir…?

April 1, 2008

Kini, Kabupaten Toba Samosir sudah berusia sembilan Tahun pada tanggal 09 Maret 2008, selama kepemimpinan Bupati Kabupaten Toba Samosir Sintua Drs Monang Sitorus SH MBA acap kali, Jagung selalu di dengung-dengung kan, ada apa sebenarnya Jagung itu di bumi Kabupaten Toba Samosir yang menghabiskan uang Negara milyaran rupiah.
Hanya untuk kegiatan study perbandingan menanam Jagung ke Propinsi Gorontalo di Pulau Sulawesi menghabiskan dana sebesar Rp.300 Juta sumber dana dari APBD Tahun Anggaran 2008, luar biasa..!, anehnya, para Dewan Perwakilan Rakyat Toba Samosir menyetujui hal tersebut yang sudah diparipurnakan tanpa memikirkan kepentingan rakyat Toba Samosir.
Pada hal sebelum duduk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat, sangat dekat untuk rakyat yang selalu memikirkan kepentingan rakyat, disana-sini rakyatlah yang selalu dibuat menjadi korban politik.
Kenyataannya setelah duduk menjadi wakil rakyat, mereka ingkar janji apa itu kepentingan dan kebutuhan rakyat dan hal ini terbukti setelah disetujui oleh DPRD Toba Samosir para Eksekutif untuk melakukan kegiatan study perbandingan, tanam Jagung ke Gorontalo yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp.300 Juta, apa kata Dunia Hebat…ada apa itu DPRD…..!, dimana suaramu tidak lagi berpihak kepada rakyat mu di Bumi Toba Samosir yang tercinta ini. Read more

Pencarian pada artikel ini:

« Halaman Sebelumnya

Gambar danau toba batak