Bupati Toba Samosir-Sumatera Utara, “enggan nich untuk di foto”
April 18, 2008
Bupati Toba Samosir, sintua Monang Sitorus, selesai acara Bantuan Otorita Asahan kepada sejumlah Kabupaten wilayah Sumatera Utara, ketika Monang Sitorus di Foto Bersama Toba, hari Kamis 17-April 2008 di Lapangan Mini Soposurung Balige Kabupaten Toba Samosir, sepertinya enggan untuk di Foto sementara Ny.Bupati br Marpaung asiik dech.. nengokkin kebelakang.
Itu lihatin …nich… Foto Bupati Toba Samosir ketika di foto Bersama Toba, eeeh…… ianya seperti “grogi” tangan kanan memegang baju safarinya warna coklat sembari nengokkk.. ke bawah…apa mungkin “panas”, yahh..ala.. …mak.apa.. kata dunia…!.
Enam Balai roong model rumah Batak, Perlu perhatian dari Pem.kab.Tobasa-Sumut
April 18, 2008
6 (enam) Balai roong model desain rumah Batak yang didirikan sekira Tahun 1938 oleh Belanda di zaman penjajahan sebelum Indonesia merdeka, balai roong itu terletak di jalan Sisingamangaraja di inti kota Balige yakni ibu kota Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara.
Kabupaten Toba Samosir sudah berusia 9(sembilan) tahun sampai berita ini diangkat perhatian Dinas Parawisata Pemerintah Kabupaten Toba Samosir terhadap 6 (enam) Balai roong model rumah batak sepertinya, “dicuekin”
Keadaan Balai roong sekarang ini “pucat pasih” cat warna hitam atap Balai roong sudah pudar, begitu juga muka balai roong yang model rumah batak dengan ukir-ukirannya (gorga,red) sudah pudar. Read more
Otorita Asahan, Persiapkan Daerah menuju 2013
April 17, 2008
Gambar Bupati Tobasa sintua Monang Sitorus memberikan kunci traktor kepada Kelompok Tani setelah menerima bantuan dari Otorita Asahan.
5(lima) Kabupaten….Taradoti Haumanta……
Pengamatan Bersama Toba Dilapangan mini Soposurung Balige,
Otorita Asahan menyerahkan bantuan alat mesin pertanian kepada 5(lima) Pemerintah Kabupaten diwilayah ekosistem kawasan Danau Toba.Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dan Program Akselerasi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (APKM) yang merupakan intensifikasi, ekstensifikasi dan akselerasi atas tiga Pilar Program Pemberdayaan Otorita Asahan yang telah berjalan sejak Tahun 2002.Ketiga Pilar tersebut adalah,Konservasi Daya Dukung Lingkungan Hidup, Pilar kedua Pemberdayaan Pendidikan dan Pengetahuan Masyarakat dan yang ketiga Pilar Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Read more
Danau Toba Raja dari segala Danau
April 15, 2008
Danau Toba pada senja hari, dilihat dari bukit Tarabunga, bila kamu rindu kenanglah selalu Danau Toba dari bukit Tarabunga.
Danau Toba di foto Bersama Toba Selasa (15/4) senja hari dari Bukit Tarabunga kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara.
Senja itu, keindahan Danau Toba, datang untukmu dan menungguhmu bagimu para Investor karena keindahanmu membuat sejumlah “Rupiah”.
Tepi Pantai Danau Toba, Lumban Silintong
April 13, 2008
Pantai Lumaban Silintong Balige Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara, Indah dan Permai, (foto.bersamatoba.doc)
Balige, Kafe terapung di Pantai Lumban Silintong
April 13, 2008
Kafe terapung di pantai ujung Lumban Silintong Balige Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara yang ramai dikunjungi dari luar kota, Kafe terapung miliknya br Napitupulu menyediakan berbagai makanan dan minuman.
Bagi orang yang bertamasya ke Balige ibu kotanya Kabupaten Toba Samosir, kunjungi pantai Lumban Silintong berbagai hiburan sepertinya layaknya di Taman Impian Ancol Jakarta.
Pengamatan Bersama Toba di pantai Lumban Silintong Balige, setiap hari minggu ramai dikunjungi dari luar kota baik itu keluarga maupun muda- mudi menikmati indahnya Danau Toba dipandang dari tepi pantai Lumban Silintong.
Jika JogJakarta dengan Candi Borobudur, Jakarta dengan Taman Impian Ancol, Bali dengan Pantai Kutai, Balige dengan pantai Lumban Silintong.
Jarak tempuh Medan-Sumatera Utara dengan Balige menghabiskan waktu hanya dengan enam jam, tepi Danau Toba di Balige Kabupaten Toba Samosir.
Polres Toba Samosir,tangkap 19 unit sepedamotor curian
April 12, 2008
-Curanmor sengaja dipasok ke Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara
Dalam mengomentari atas berhasilnya Polres Toba Samosir menyita 19 unit sepeda motor saat melakukan razia besar-besaran atas kenderaan yang diduga kuat hasil curian yang sengaja dipasok ke Kabupaten Toba Samosir.
Bersama Toba Sabtu (12/4) di Balige menyampaikan rasa salut atas perhatian dan kinerja Polres Toba Samosir-Sumatera Utara yang serius membrantas curanmor (Pencurian Kenderaan Motor.red) di lingkungan hukum kabupaten Toba Samosir.
Kapolres Tobasa AKBP Frankie Samosir melalui Kasat Reskrim AKP Janner Panjaitan (8/4) Selasa lalu kepada wartawan diruang kerjanya membenarkan telah melakukan razia atas kenderaan yang diduga kuat hasil curian dari luar kabupaten Toba Samosir.
Menurutnya razia itu berhasil menjaring 19 unit sepeda motor yang diduga hasil curian yang dititipkan dibengkel-bengkel sepeda motor, “tidak ada tersangka dalam razia itu karena semua sepeda motor yang diboyong ke Mapolres disita dari bengkel-bengkel,”ujarnya.
Dijelaskan, berdasarkan keterangan dari para pemilik bengkel menerangkan bahwa sepeda motor tersebut sedang dalam perbaikan sehingga mereka tidak tahu dimana alamat pemilik kenderaan yang dititipkan di bengkel untuk diperbaiki,”katanya
Hingga saat ini hanya 5 unit sepedamotor yang telah diambil oleh pemilik yang mempunyai surat-surat kenderaan sepeda motor, sementara 14 unit lainnya masih ditahan.
Kasus Curanmor di Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara tergolong minim terlihat dari jumlah kasus tahun 2006 dan tahun 2007 hanya 7 kasus curanmor yang dilaporkan dan sudah terungkap, dua diantaranya telah dilimpahkan ke kejaksaan kemudian 4 kasus masih dalam tahap penyelidikan dan satu kasus diserahkan ke institusi Polisi Militer.
Lagi…!, Masyarakat perbincangkan dugaan kasus korupsi 3 Milyar Bupati Toba Samosir
April 11, 2008
LSM Bersama Toba : Jika Poldasu tidak dapat memproses kasus itu, agar KPK ambil alih dugaan kasus korupsi tersebut.
Masyarakat Kabupaten Toba Samosir, kembali memperbincangkan dugaan Kasus korupsi sebesar Rp. 3 Milyar oleh Bupati Toba Samosir baik itu di pesta Arisan, Pesta Pernikahan, kedai-kedai maupun antara wartawan dan LSM se Kabupaten Toba Samosir dimana-mana kasus dugaan korupsi Bupati Toba Samosir Sintua Monang Sitorus selalu hangat diperbincangkan. mereka mengatakan Bupati Tobasa lebih hebat dari Abdilla Wali kota Medan Propinsi Sumatera Utara, ”kenapa tidak terlihat sangat susah payahnya KPK menyentuh Bupati Toba Samosir,”ujarnya seorang masyarakat Toba Samosir yang katanya tidak usah ditulis namanya.
Hal ini diungkapkan kepada Bersama Toba hari Jumat (11/4) di lingkungan kantor DPRD Toba Samosir.
Menurut P.Pardosi sekretaris, LSM FAKA Tobasa (dikutip dari Harian Bintang Sumatra tertanggal 12 Maret 2008) mereka sudah melaporkan langsung ke KPK guna mengevaluasi Polda Sumatera Utara, termasuk jawaban dan pernyataan oknum Poldasu dalam menangani kasus korupsi tiga miliar dengan tersangka Sintua Monang Sitorus Bupati Toba Samosir.
Dikatakan pihak Poldasu selama ini mengaku kesulitan memeriksa kasus ini atau diduga memperlambat agar tidak berhasil menyentuh tersangka.
Hanya waktu dan Dewa keadilan yang bicara karena “bola panas” saat ini dipegang oleh Poldasu.
Laporan mereka tertulis melalui surat Nomor 012/FAKA-TS/I/2008 disertai bukti-bukti pendukung yang langsung diserahkan ketua Umum LSM FAKA Welman sianipar dan Sekretaris Pamahar Pardosi.
Dalam menyikapi kasus dugaan korupsi sebesar Rp.3 Milyar oleh Bupati Toba Samosir, Ir.Ivan Napitupulu Ketua umum LSM Bersama Toba mengatakan hal dugaan kasus korupsi tersebut, agar Poldasu serius dalam menanganinya, “serahkan saja kasus dugaan tindak pidana korupsi ini kepada penuntut umum agar tidak mencederai institusi Polri,”harapnya
Masih dengan Napitupulu mengatakan jika tidak dapat lagi kasus tersebut ditangani oleh Poldasu agar KPK mengambil alih kasus dugaan korupsi sebesar Rp.3 Milyar yang dilakukan oleh Bupati Tobasa sintua Monang Sitorus.
Pengamatan Bersama Toba dilapangan bahwa beredarnya informasi dikalangan masyarakat Bumi Kabupaten Toba Samosir bahwa sejumlah nama tokoh politik dan petinggi Negara di Jakarta asal Kabupaten Toba Samosir disebut-sebut ikut menjadi “ Dukun Politik” serta pelindung dibelakang kasus ini, yang juga termasuk disebut-sebut nama anggota DPR RI dari komisi III akan merusak citra anggota dewan sebagai wakil rakyat serta sejumlah oknum petinggi Partai tertentu ikut menjadi kekuatan hitam yang diduga menjadikan tersangka sebagai mesin uangnya, luar biasa………!
Kasus dugaan Korupsi Dinas Pendidikan, Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir
April 11, 2008
Oknum NP sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dituntut 1 Tahun 6 Bulan
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nelson Sembiring dkk menuntut oknum NP Kasi Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Toba Samosir dalam kasus dugaan korupsi kegiatan Keaksaraan Fungsional (KF) sebesar Rp.90 Juta.
Oknum NP dituntut sesuai pasal 3 ayat 1 tahun 2003 KUHP yakni selama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp.67 Juta subsider 3 bulan kurungan.
Oknum NP adalah sebagai pemimpin kegiatan ( pimka ) dalam kegiatan Keaksaraan Fungsional (KF).
Dalam persidangan yang berlangsung baru-baru ini hari Rabu (9/4) di Pengadilan Negeri Tarutung yang bertempat sidang di Balige, setelah Jaksa menyimpulkan bahwa pelaksanaan Proyek Pendidikan Luar Sekolah dilaksanakan hanya sabahagian saja, sumber dana APBD Tahun Anggaran 2006.
Honor serta perjalanan dinas dibayar bendahara kegiatan kepada petugas seperti Tutor, Monitoring dan lain sebagainya.
Pengamatan Bersama Toba pada Persidangan itu terdakwa oknum NP mengaku bersalah kepada Hakim ketua Saur Sitindaon, terdakwa baru pertama sekali sebagai pemimpin kegiatan yang mengaku kurang kontrol di lapangan sehingga kegiatan itu tidak berjalan sesuai dengan prosedur.
Oknum NP sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan IIIC yang masih membiayai anak-anaknya dibangku sekolah dan perguruan tinggi memohon agar diberikan hukuman yang seringan-ringannya serta ianya tidak dipecat dari PNS.
Namun permohonan pembelaan itu tidak diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan alas an tetap pada tuntutannya.
“kita tunggu saja putusan Hakim dua minggu mendatang hari Rabu tanggal 23 April 2008 untuk mendengar keputusan hakim,” sebutnya Hakim ketua Saur Sitindaon dalam persidangan itu.
Kabupaten Toba Samosir, Ada-ada saja…!
April 9, 2008
Ketika itu pada pagi hari, di Jalan Dr T.D Pardede percisnya di depan Kantor Koramil Balige,sedikitnya belasan tenaga kontrakan di Dinas Perhubungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, berjalan berbaris keliling kota Balige dengan suka-suka tidak displin ada yang serius, ada yang megang hand pone, ada-ada saja pemerintahan Kabupaten Tobasa, “sudah pegawai tenaga kontrak….eeeh main-main,”ujarnya masyarakat Balige.
Nih……tuh…lihat gambar diatas anak Sekolah Dasar di Desa Meat Kecamatan Tampahan-Kabupaten Toba Samosir, pinggiran gunung, tepi pantai Danau Toba, anak kecil acaa… tahu, baris-berbaris yang serius, owa…lah memang begitulah di Kabupaten Toba Samosir ini, ada-ada saja..!




