Di Kabupaten Toba Samosir, Paskah identik dengan Bunga
Maret 29, 2008
Sepanjang pinggiran Jalan Sisingamangaraja dalam memperingati hari Paskah, Kota Balige Kabupaten Toba Samosir Sumatera Utara, sejumlah pedagang bunga musiman satu kali setahun, sibuk melayani para peziarah yang membeli beberapa bunga yang bermacam-macam yakni, Bunga anggrek, Bunga Aster, Bunga Melati, Bunga Mawar dan beberapa macam bunga lainnya yang harganya bervariasi jauh lebih tinggi dari harga biasanya (sebelum Paskah), walaupun demikian tetap juga diminati masyarakat Kabupaten Toba Samosir karena hal ini terjadi sekali dalam satu tahun.
Bagi para pedagang bunga musiman di Kabupaten Toba samosir-Sumatera Utara khususnya di kota Balige, momen Paskah adalah trasaksi perekonomian yang baik di kota Balige untuk merekrut untung.
Met’ pagi dan Sore buat mu Tobasa, gak ada loe..gak rame
Maret 29, 2008
-Ketika itu, barisan start di tempat gerak, siap gerak, lancang kanan gerak hitung mulai, ucap komando barisan pada sore hari di halaman sejumlah dinas di pemerintahan kabupaten Toba Samosir , masing-masing pegawai baik itu PNS maupun Honorer menghitung barisan satu, dua hingga delapan dengan jumlah pegawai dua puluh empat orang, pemimpin barisan dipimpin kepala dinas atau pun Kepala Tata Usaha, hanya untuk baris kemudian dibubarkan tanpa pidato, tanpa memberikan arahan atau pun nasihat agar mudah-mudahan pegawai itu “displin”.
Begitulah hari demi hari minggu demi minggu, bahkan bulan demi bulan acara adpel pagi atau pun sore selalu dilaksanakan dilingkungan pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, yang didominasi oleh pegawai honor yang dikabarkan dibiayai APBD, seperti contoh di Dinas Satpol PP dan Kesbang jumlah honorer yang baru-baru ini sekira 25 orang, Dinas Perhubungan 25 orang, Dinas Kehutanan 15 orang, Dinas Pemuda dan Olaraga, Dinas Pasar bahkan bagian Kepegawaian yang disebut-sebut tenaga honor tersebut adalah sebagai tenaga Kontrak yang dinformasikan adalah sebagai Proyek orang-orang tertentu di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir. Read more
Raja Sonak Malela, untuk dikenang dan dipanuti
Maret 29, 2008
Raja Sonak Malela, mempunyai nilai “Raja” dalam dirinya sebagai pemikir.
Monumen Raja Sonak Malela yang berlokasi di ibu kota Kabupaten Toba Samosir BALIGE – Sumatera Utara.
Nilai atau pemikiran yang ditinggalkan, bagi kita turunan Raja Sonak Malela masih dikenang dan dipanuti.
Pesan apaka gerangan yang ditinggalkan Raja Sonak Malela bagi marga Simangunsong, Marpaung, Napitupulu dan Pardede, Raja Sonak Malela akan selalu dikenang bukan saja sebagai leluhurnya yang menurunkan ke empat anak (marga), melainkan juga pesannya yang cukup terkenal demikian:
I. S I S A D A R O H A
S I S A D A L U L U A N A K
S I S A D A L U L U B O R U
S I S A D A L U L U T A N O
S I S A D A P A N G K I L A L A A N Read more
500 Tahun, Pesan Leluhur Raja Sonak Malela
Maret 23, 2008
500 Tahun,
Pesan Leluhur : ”SISADA LULU” ( Persatuan dan Kesatuan ).
Kata Mutiara dari : RAJA SONAKMALELA.
Leluhur Batak berperibahasa :
“Masiamin-aminan songon lampak ni gaol, masitungkol-tungkolan songon suhat dirobean.
Pauk-pauk hudali, Pago-pago tarugit Natading taulahi nasega tapauli.”
Firman Allah yang kudus berkata :
“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik” (Ibrani 10 :24)
Raja Sonak Malela mengaplikasikannya dalam Pesan “SISADA LULU”.Secara makro bermuatan Nasional : Bertanah Air Satu (“Sisada lulu tano”).
Enak dibaca, sedap didengar dan indah diamalkan.
Semoga………….
Sebuah Mimpi, di Kabupaten Toba Samosir
Maret 11, 2008
Kehidupan bertanah air, berbangsa dan bernegara dengan semangat bendera merah putih yang selalu berkibar di bumi Indonesia diujung tiang tertinggi di Negara Republik Indonesia yang tercintah ini, dengan semangat tunas-tunas bangsa tetap menjaga dan mempertahankan Kemerdekaan serta mengisi pembangunan.
Demikian dalam kehidupan bermasyarakat manusia adalah sebagai rakyat pendiri, pemilik dan pemegang kedaulatan Negara, rakyat yang baik selalu menjunjung tinggi negaranya dan nilai nilai luhur Pancasila untuk memenuhi aspirasi dan kebutuhannya diperlakukan pemerintahan yang responsive dan aspiratif, maka untuk itu pemerintah bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat demi terlaksananya roda pembangunan.
Pemerintahan yang responsive dan aspiratif dapat diwujudkan dengan cara mendekatkan pemerintahan dengan masyarakat kemudian pemerintahan dibentuk adalah untuk menjaga system yang baik, santun, tertib dan terkontrol serta bertanggung jawab memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.
Pelayanan merupakan wujud tanggung jawab tanpa pilih buluh oleh pemerintah kepada masyarakat atas kepentingan rakyat.
Dari teori inilah agaknya kita mencermati roda pembangunan dan Sumber Daya Manusia di Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir-Sumatera Utara, selama kepemimpinan St.Drs Monang Sitorus SH MBA secara khusus kurang lebih tiga tahun dinahkodai oleh Bupati Toba Samosir, tulisan ini agaknya pun diperlukan sebagai satu cara untuk mengevaluasi keberadaan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir, DPRD, masyarakat dan Pers, mengingat ambisi dari Bupati Toba Samosir untuk mewujudkan Tobamas 2010. Read more
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemerintahan KabupatenToba Samosir tetapkan satu sk untuk dua unit kerja
Maret 10, 2008
Hebat, tetapkan satu SK untuk dua Unit Kerja
Hebat, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Drs Herijon Panjaitan, tetapkan untuk satu SK untuk dua unit kerja terbukti atas nama Nurcahaya Lamria br Sianipar yang baru diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bulan Januari yang lalu memiliki dua lembar SK dengan unit kerja yang berbeda yakni SMP Negeri 2 Porsea kecamatan Porsea dan SMP Negeri Satu Atap Tampahan Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir.
Sebelumnya Nurcahaya bertugas di SMP Negeri 2 Porsea sebagai tenaga pengajar sesuai dengan SK penempatan yang ditanda tangani Kepala Badan Kepegawaian Drs Herijon Panjaitan dan kemudian Nurcahaya Lamria br Sianipar meninggalkan tugas sebagai pengajar di SMP Negeri 2 Porsea dengan pindah tugas ke unit kerja di SMP Negeri Satu Atap Tampahan.
Herijon Panjaitan baru-baru ini diruang kerjanya dengan arogan merasa tidak bersalah tidak berani mengomentari, “buat pengaduan saya tidak gentar,”ujarnya Panjaitan kepada sejumlah wartawan.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir Drs.Hulman Sitorus, mengatakan bahwa penempatan CPNS yang bertugas sebagai guru adalah wewenangnya seraya mengatakan akan membuat tindakan, sedangkan Kepala sekolah SMP Negeri 2 Porsea S.Siahaan melalui telepon selulernya dengan singkat mengatakan bahwa Nurcahaya tidak lagi bertugas pada bulan Februari yang lalu, kemudian Kepala Sekolah SMP Negeri Satu Atap R.br. Situmorang mengatakan bahwa Nurcahaya mulai bertugas pada tanggal 08 Februai 2008 sembari menunjukkan SK asli penempatan tugasnya sebagai tenaga pengajar. Read more
LSM.BERSAMA TOBA, Dinas PUK TOBA SAMOSIR DI PTUN KAN
Maret 10, 2008
IR.Ivan.Napitupulu, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bersama Toba, melakukan mohon bantuan perlindungan Hukum kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Medan atas perlakuan Ir.Rellus Siagian Kepala Dinas PUK Toba Samosir yang mengabaikan surat dari LSM Bersama Toba.
Terlihat Surat No.03028/Dis-PUK/LSM.BT-TS/08 tertanggal 10 Maret 2008, perihal Bantuan Perlindungan Hukum yang ditujukan kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Medan.
Suratnya menyatakan, bahwa surat pertama No.0208/Dis.PUK/LSM.BT.TS/08 tertanggal 26 Februari 2008 dan Surat kedua No.03018/Dis.PUK/LSM.BT-TS/08 tertanggal 03 Maret 2008 yang ditujukan kepada Kepala Dinas PUK Toba Samosir,Ir.Rellus Siagian bahwa suaratnya dari LSM tersebut meminta sejumlah Dokumen Kontrak beserta pelaksanaan kontrak namun surat itu tidak di indahkan, sehingga dalam rangka menjunjung tinggi transparansi dan terciptanya tata kelolah pemerintahan yang bersih dari KKN maka LSM Bersama Toba minta bantuan perlindungan Hukum Kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) di Medan.
Kemudian dalam suratnya menyatakan Dokumen Pagu Indikatif Pengaspalan Jalan Galung Lumban Ruhap Kecamatan Habinsaran Kabupaten Toba Samosir, sebesar Rp.100 Juta yang diduga proyek tersebut banyak penyimpangan yang dapat merugikan Negara.
Bukan itu saja LSM tersebut beberapa kali menyurati Dinas Terkait yang ditembuskan kepada Inspektorat Kabupaten Toba Samosir bahkan ke Bupati Toba Samosir Drs Monang Sitorus SH MBA namun hingga berita ini diturunkan surat dari LSM itu tidak di indahkan. Read more
Website ini masih dalam tahap pengembangan
Maret 5, 2008
Horas!!
Pir Tondi Madingin, Pir Tondi Matogu.
Website ini masih dalam tahap pengembangan, dimohon dukungan doa nya
Tertanda,

Ir. Ivan Napitupulu






